Reses di Pesawaran, Mukhlis Basri Serap Aspirasi Warga

Dapat Seikat Pete dari Warga, Legislator Komisi V DPR RI Tegaskan Komitmen Perjuangkan Infrastruktur Desa

PESAWARAN – Suasana hangat mewarnai kegiatan reses Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Drs. Hi. Mukhlis Basri, di Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Selasa (28/7/2026). Selain menyerap berbagai aspirasi masyarakat, Mukhlis Basri juga menerima seikat buah pete sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan kedekatan warga kepada wakil rakyat asal Lampung tersebut.

Dalam dialog yang dihadiri tokoh masyarakat, aparat desa, dan ratusan warga, berbagai usulan disampaikan, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, hingga sarana pendukung pertanian. Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, transportasi, perhubungan, perumahan rakyat, dan desa, Mukhlis menegaskan seluruh aspirasi akan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.

“Reses merupakan kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan perjuangan kami di DPR RI agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” ujar Mukhlis Basri.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur di pedesaan harus terus dipercepat karena menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Akses jalan, jembatan, dan irigasi yang memadai akan memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan kesehatan.

“Infrastruktur yang baik akan membuka akses, mempercepat distribusi hasil pertanian, dan menggerakkan roda perekonomian desa. Karena itu saya akan terus mengawal program-program pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat Lampung, khususnya di Pesawaran,” tegas Mukhlis.

Momen menarik terjadi di penghujung kegiatan ketika salah seorang warga menyerahkan seikat buah pete kepada Mukhlis Basri. Dengan penuh senyum, ia mengangkat pemberian tersebut di hadapan warga yang langsung disambut tepuk tangan dan gelak tawa. Mukhlis mengaku hadiah sederhana itu memiliki makna yang sangat besar karena mencerminkan kedekatan dan kepercayaan masyarakat kepada wakil rakyatnya.

“Ini bukan soal petenya, tetapi tentang ketulusan masyarakat. Bagi saya, pemberian sederhana seperti ini adalah simbol kedekatan dan amanah yang harus saya jaga dengan terus bekerja dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” ungkapnya.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti sehingga pembangunan di Desa Cipadang dan wilayah sekitarnya semakin merata serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *