Tamara Karent Menjaga Mimpi Japfa for Kids, Menjadi Penghubung Lahirnya Generasi Sehat dan Cerdas
SIDOMULYO — Senyumnya tak pernah lepas sepanjang mendampingi kegiatan Japfa for Kids di SDN 1 Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Mengenakan kaus putih berlambang program, Tamara Karent berdiri di tengah halaman sekolah, menyapa guru, berbincang dengan siswa, sekaligus memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan sesuai tujuan.
Bagi perempuan asal Sleman, Yogyakarta, itu, tugas sebagai fasilitator bukan sekadar mendampingi acara. Ia menjadi mata dan telinga program di lapangan, menjembatani komunikasi antara sekolah dengan penyelenggara agar misi menciptakan anak Indonesia yang sehat dan cerdas benar-benar terwujud.
“Alhamdulillah selama menjadi fasilitator tidak ada kendala maupun masalah. Sekolah-sekolah sangat mendukung dan menyambut baik program ini,” ujar Tamara, Jumat (31/7/2026).
Baru sebulan bergabung sebagai fasilitator Japfa for Kids, Tamara mengaku sudah merasakan antusiasme luar biasa dari sekolah-sekolah yang dikunjunginya. Menurutnya, keberhasilan program bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi dari keterlibatan semua pihak dalam membangun kebiasaan hidup sehat bagi anak-anak.
Perempuan kelahiran Sleman, 20 September 2000, itu menjelaskan, perannya lebih banyak melakukan monitoring. Fasilitator menjadi penghubung yang memastikan seluruh rangkaian program berjalan sesuai sasaran.
“Kami lebih banyak melakukan monitoring karena fasilitator adalah penghubung dalam suksesi program Japfa for Kids ini,” katanya.
Lulusan S1 Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan FISIPOL Universitas Gadjah Mada angkatan 2018 itu sebelumnya berkiprah sebagai profesional model dan peneliti sosial pada dokumen PROPER. Pengalaman tersebut membentuk kepekaannya dalam berinteraksi dengan masyarakat, termasuk lingkungan sekolah.
Kini, pengalaman itu ia dedikasikan untuk mendampingi anak-anak Indonesia. Baginya, Japfa for Kids bukan sekadar program sosial perusahaan, melainkan gerakan bersama untuk menyiapkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
“Saya sangat senang bisa bergabung menjadi fasilitator program Japfa for Kids ini,” ungkapnya.
Penugasannya berlangsung hingga Desember mendatang. Dalam setiap kunjungan ke sekolah, Tamara percaya perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil: senyum anak-anak, dukungan para guru, dan komitmen semua pihak untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Di balik senyum ramahnya, Tamara membawa harapan sederhana—bahwa setiap anak Indonesia berhak tumbuh sehat, belajar dengan gembira, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya. Itulah misi yang terus ia jaga, dari satu sekolah ke sekolah lainnya. (Cah).






