Bawaslu Lampung Matangkan Persiapan Pengawasan Pemilu 2029

Bandarlampung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung mulai mematangkan persiapan menghadapi tantangan pengawasan Pemilu 2029. Salah satu langkah yang dilakukan melalui program Bawaslu Membelajarkan Volume 2 yang mengusung tema “Ekosistem Kolaborasi untuk Pengawasan Pemilu 2029”.

Persiapan program tersebut dibahas Bawaslu Provinsi Lampung bersama jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung melalui rapat daring menggunakan Zoom Meeting, Minggu (9/8/2026).

Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2 diarahkan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi jajaran pengawas di seluruh tingkatan. Selain meningkatkan kapasitas, program ini juga menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi berbagai isu strategis kepemiluan.

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Imam Bukhori, mengatakan persiapan sejak dini penting dilakukan agar program tersebut benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas jajaran pengawas.

“Persiapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama. Kita ingin Bawaslu Membelajarkan tidak hanya menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas pengawas dalam menghadapi pengawasan Pemilu 2029,” ujar Imam.

Menurutnya, tantangan pengawasan Pemilu ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman komprehensif mengenai sistem Pemilu, regulasi, tahapan, hingga potensi persoalan yang dapat muncul dalam penyelenggaraan pesta demokrasi.

Karena itu, pembelajaran secara berkelanjutan harus dipersiapkan jauh sebelum tahapan Pemilu berlangsung. Jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota juga didorong aktif mengambil bagian dalam proses pembelajaran agar pengetahuan dan pengalaman pengawasan dapat dibagikan secara lebih luas.

“Peran Bawaslu dalam pengawasan Pemilu harus terus diperkuat. Pengawas tidak cukup hanya memahami aturan, tetapi juga harus mampu membaca dinamika kepemiluan dan memetakan potensi persoalan yang dapat terjadi. Ini yang harus kita siapkan menuju Pemilu 2029,” tegas Imam.

Salah satu materi strategis yang akan menjadi bagian dalam Bawaslu Membelajarkan Volume 2 berkaitan dengan desain sistem Pemilu. Pembahasan mencakup presidential threshold, parliamentary threshold, sistem kepartaian serta representasi politik.

Materi tersebut juga diarahkan untuk memperluas pemahaman jajaran pengawas mengenai desain pencalonan Presiden dan Wakil Presiden, sistem Pemilu legislatif, formula Pemilu hingga proses konversi suara menjadi kursi.

Tak kalah penting, pembelajaran akan mengulas kualitas representasi politik serta efektivitas pemerintahan sebagai bagian dari pemahaman menyeluruh terhadap sistem kepemiluan.

Imam menilai pemahaman terhadap desain sistem Pemilu merupakan bekal penting bagi jajaran pengawas dalam menyusun strategi pengawasan yang lebih tepat.

Dengan pemahaman yang kuat, jajaran Bawaslu diharapkan mampu menyesuaikan strategi pengawasan dengan perkembangan dan dinamika penyelenggaraan Pemilu.

“Pemilu 2029 memang masih dalam proses persiapan, tetapi pengawasan harus dipersiapkan sejak sekarang. Semakin baik kapasitas jajaran, semakin baik pula kesiapan Bawaslu dalam menjalankan fungsi pengawasan pada setiap tahapan Pemilu,” jelasnya.

Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume 2, Bawaslu Lampung ingin membangun budaya belajar yang tidak berhenti pada kegiatan formal. Pengetahuan, pengalaman dan evaluasi pengawasan diharapkan menjadi modal bersama untuk memperkuat kualitas pengawasan Pemilu.

Kolaborasi antara Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota pun menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengawasan yang adaptif, responsif dan siap menghadapi kompleksitas Pemilu 2029. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *