PLN Perkuat Listrik Pertanian Modern, Panen PM-AAS Lampung Tembus 11,4 Ton per Hektare

Jelang Hari Pelanggan Nasional, Listrik Masuk Sawah Dorong Modernisasi dan Ketahanan Pangan

LAMPUNG TENGAH — Pemanfaatan listrik untuk sistem pengairan menjadi salah satu penopang keberhasilan panen raya percontohan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kampung Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Dari lahan percontohan seluas 100 hektare, produktivitas padi mencapai sekitar 11,4 ton per hektare.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pemanfaatan teknologi, dukungan kelistrikan dan sistem pengairan modern mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani.

Momentum ini semakin strategis menjelang Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung memperkuat komitmennya menghadirkan layanan kelistrikan untuk sektor produktif, khususnya pertanian.

Di kawasan PM-AAS Lampung Tengah, PLN membangun jaringan listrik sepanjang satu kilometer untuk mengoperasikan pompa air. Infrastruktur tersebut menjaga pasokan air ke lahan persawahan, terutama ketika curah hujan menurun dan memasuki musim kemarau.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi hasil panen tersebut. Menurutnya, keberhasilan PM-AAS menjadi bukti bahwa inovasi dan teknologi dapat menjadi pengungkit produktivitas pertanian.

“Alhamdulillah, panen pilot project PM-AAS di Lampung hari ini menunjukkan hasil yang luar biasa, mencapai 11,4 ton per hektare. Ini membuktikan bahwa inovasi dan teknologi pertanian dapat meningkatkan produktivitas,” ujar Rahmat saat panen raya, Kamis (20/8).

Ia mengatakan pemerintah akan terus mendorong penerapan teknologi pertanian agar manfaatnya dapat dirasakan semakin banyak petani.

Listrik Jadi Penggerak Pertanian Modern

Tenaga Ahli Menteri Pertanian sekaligus Ketua Program Listrik Masuk Sawah, Hermansyah, menilai dukungan listrik menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan sistem irigasi perpompaan.

Keberadaan jaringan listrik memungkinkan pompa bantuan Kementerian Pertanian digunakan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian, terutama pada musim kemarau.

“Dengan Program Listrik Masuk Sawah, petani akan semakin mudah menjalankan kegiatan pertanian. Kami bersama PLN dan dinas pertanian akan memetakan wilayah yang membutuhkan akses listrik agar pompa dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama saat musim kemarau,” katanya.

General Manager PLN UID Lampung Noer Soeratmoko mengatakan peran listrik kini semakin luas. Tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan rumah tangga, listrik juga menjadi bagian penting dari modernisasi pertanian.

Energi listrik dapat digunakan untuk pengairan, pengolahan lahan, pengoperasian alat dan mesin pertanian hingga mendukung proses pascapanen.

“Di lokasi PM-AAS Lampung Tengah, PLN menghadirkan jaringan listrik sepanjang satu kilometer untuk mengoperasikan pompa air. Dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak, pompa listrik lebih hemat dan efisien serta dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis sehingga memudahkan petani,” jelas Noer.

Menurutnya, PLN siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pertanian untuk memetakan kebutuhan kelistrikan di kawasan pertanian lainnya.

Ribuan Lokasi Didukung Kelistrikan

Komitmen PLN terhadap modernisasi pertanian Lampung telah diwujudkan di berbagai daerah. Hingga kini, PLN UID Lampung telah mendukung elektrifikasi di 73 lokasi rehabilitasi sumur jaringan irigasi air tanah, 131 lokasi optimalisasi lahan nonrawa, 794 lokasi smart farming persawahan di Lampung Selatan, serta 154 lokasi Program Listrik Masuk Sawah di Pringsewu.

Seluruh lokasi tersebut telah memperoleh pasokan listrik PLN.

Penguatan infrastruktur kelistrikan sektor pertanian diharapkan mampu memperluas penggunaan teknologi, meningkatkan efisiensi biaya usaha tani serta menjaga produktivitas lahan sepanjang musim.

Kolaborasi PLN bersama pemerintah daerah, kelompok tani dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar listrik semakin berperan sebagai energi penggerak pertanian modern dan penguat ketahanan pangan Lampung. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *