Menteri, Gubernur, Bupati, dan DPR PAN se-Indonesia Sisihkan Gaji Sebulan untuk Korban Gempa NTT

JAKARTA — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) menginstruksikan seluruh kader PAN yang saat ini menjabat sebagai anggota legislatif hingga menteri untuk menyisihkan gaji selama satu bulan guna membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu disampaikan Zulhas di sela tasyakuran HUT ke-28 PAN yang digelar di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Minggu (23/8).

“Kami turut berduka cita yang mendalam untuk saudara-saudara kita, keluarga kita yang ada di NTT, juga di Kalimantan yang terkena karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Kami sudah meminta pemotongan gaji selama satu bulan untuk membantu saudara-saudara kita di NTT,” kata Zulhas.

Menteri Koordinator Bidang Pangan itu menjelaskan, kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh anggota legislatif PAN di semua tingkatan, mulai dari DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi hingga DPR RI, serta kader PAN yang duduk sebagai menteri.

“Pokoknya setiap DPR, semua kita satu bulan kita ambil untuk dibantu ke sana. DPR kita kan banyak, DPRD kabupaten, provinsi sampai RI. Sama, tentu saya juga kan ada menteri-menteri, masa menterinya nggak dipotong,” ungkapnya.

Zulhas menegaskan, memasuki usia ke-28 tahun, PAN semakin memperkuat komitmennya untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peringatan HUT ke-28 PAN tahun ini diisi dengan tasyakuran dan santunan bagi ratusan ribu anak yatim yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor DPP PAN Jakarta, serta diikuti DPW dan DPD PAN di berbagai daerah.

“Kami menggelar tasyakuran bersama anak-anak yatim, tidak hanya di DPP, tetapi di seluruh Indonesia,” ujar Zulhas.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial PAN dalam memperingati perjalanan 28 tahun partai.

Selain santunan, PAN juga kembali menggencarkan program “Lapor PAN” yang dalam satu hingga dua bulan terakhir telah disosialisasikan kepada masyarakat.

Program tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, khususnya menyangkut kebutuhan dasar seperti pendidikan, pangan dan kesehatan.

Zulhas menilai partai politik harus mampu memberikan solusi konkret dan tidak hanya hadir ketika momentum pemilu berlangsung.

“Jadi kendala apa pun yang ada di masyarakat, silakan lapor kepada PAN,” tegasnya.

Ia mencontohkan, masyarakat yang mengalami kesulitan membiayai pendidikan anak, memenuhi kebutuhan pangan maupun mendapatkan akses layanan kesehatan dapat menyampaikan persoalannya melalui program tersebut.

Zulhas menegaskan, pengabdian kader PAN harus berlangsung sepanjang tahun. Kehadiran partai di tengah masyarakat tidak boleh hanya terbatas pada masa kampanye atau menjelang pemilu.

Pendekatan yang sederhana dan menyentuh kebutuhan rakyat, kata dia, menjadi salah satu prioritas PAN, baik di tingkat pusat maupun daerah. (DBS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *