Fitri: 20 Peserta Sudah Siap, Sejumlah Sastrawan Jadi Narasumber
BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 20 peserta siap mengikuti Bengkel Sastra yang digelar Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS mulai Selasa (25/8/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung di Villa Dangau Kedaung, Kemiling, Bandar Lampung, tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 28 Agustus 2026.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Muhammad Muis, dijadwalkan membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan pada acara pembukaan.
Ketua Pelaksana Bengkel Sastra, Fitri Angraini, mengatakan kehadiran Muhammad Muis telah dikonfirmasi. “Pak Muis sudah menyatakan hadir dan memberi sambutan,” ujar Fitri, yang juga Direktur Lamban Sastra sekaligus dosen, melalui pesan WhatsApp, Selasa (25/8/2026) pagi.
Menurut Fitri, kegiatan tersebut mendapat dukungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI melalui program bantuan pemerintah untuk komunitas sastra.
Bengkel Sastra ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan sastrawan dan akademisi. Mereka adalah penyair asal Jakarta Nanang R Supriyatin, penyair Lampung Ari Pahala Hutabarat yang baru meraih Anugerah Kusala 2026, Isbedy Stiawan ZS, serta akademisi Program Studi Bahasa Lampung Universitas Lampung, Yinda Dwi Gustiara.
Fitri menjelaskan, sebagian sesi Bengkel Sastra juga akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom atas kerja sama dengan Balai Bahasa Lampung.
“Beberapa sesi dari kegiatan ini akan dibagi melalui Zoom atas kerja sama dengan Balai Bahasa Lampung. Bagi yang tak bisa hadir bisa mengikuti Bengkel Sastra ini,” katanya.
Fitri yang juga dikenal sebagai penulis puisi dan esai menambahkan, Pembina Lamban Sastra, Yozi Rizal, direncanakan hadir untuk memberikan motivasi kepada para peserta.
“Rencananya Bang Yozi Rizal mau hadir,” ungkap penerima Dana Indonesiana 2025 tersebut.
Untuk menciptakan suasana pembukaan yang santai dan akrab, pembukaan Bengkel Sastra akan digelar di halaman terbuka di depan kolam Villa Dangau Kedaung. Selain membangun suasana kekeluargaan, lokasi tersebut dipilih agar peserta dapat menikmati suasana alam yang sejuk dan asri.
“Untuk pembukaan diadakan di halaman terbuka depan kolam. Tapi untuk pelaksanaan diadakan di dalam villa,” imbuh Fitri.
20 Peserta dari Sekolah, Kampus hingga Komunitas
Sementara itu, Naya Anindya Putri dan Diah Rizky Nur Kalifah menerangkan, 20 peserta Bengkel Sastra berasal dari berbagai sekolah, perguruan tinggi, serta komunitas literasi dan kepenulisan di Lampung.
Peserta tersebut yakni Aulia Citra Lestari dari SMAN 1 Gunung Agung, Tulangbawang Barat; Nazifa Ghassani dari SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro; Erzha Anaya Nabila Hafidh dari SMAN 10 Bandar Lampung; Dzafirah Adeliaputri Isbedy dari SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro; Keyza Bunga Jaya dari SMAN 2 Bandar Lampung; Nesiya Chacha Amanda Auroh dari SMAN 1 Gunung Agung, Tulangbawang Barat; Alyaroza Nabiila Zaki dari Universitas Lampung; Nadia Sebrina Mutiara dari IIB Darmajaya; dan M. Ichsan Zulkarnain dari Universitas Lampung.
“Kemudian, Arifatul Mukaromah dari UBL, Mutiara Nunvia dari Unila, Rina Riantina dari Unila, Risma Pramudita dari Universitas Muhammadiyah Kotabumi Lampung Utara, serta Jessica Rahma Wati dari Unila,” jelas Naya.
Diah menambahkan peserta lainnya adalah Alvindo Saferl dan Nayla Ramadhani dari Unila, Setiadi Rosasy dari Komunitas Advokat Menulis Indonesia, Ayu Auliya dari Komunitas Penulis Muda Lampung, Fitri Amalia dari SSJ SCTV-Indosiar Lampung, serta Dwi Yulianti dari GO Literasi Lampung.
Dengan komposisi peserta yang berasal dari lintas generasi dan latar belakang, Bengkel Sastra diharapkan menjadi ruang bertemu, belajar, sekaligus bertukar gagasan bagi generasi muda dan pegiat sastra di Lampung.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem sastra dan literasi di Lampung melalui pertemuan langsung antara peserta dengan penyair, penulis, serta akademisi. (*).






