Alfan Rois Apresiasi Fondasi Pembangunan, Minta Tahun Kedua Fokus Percepatan dan Pemerataan
PESAWARAN – Satu tahun kepemimpinan Bupati Pesawaran Nanda Indira B. dan Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali dinilai telah meletakkan sejumlah fondasi penting pembangunan daerah. Namun, memasuki tahun kedua, pemerintah daerah didorong mempercepat program yang dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.
Penilaian tersebut disampaikan tokoh pemuda Pesawaran, Alfan Rois, S.A.P., yang juga Wakil Ketua KNPI Pesawaran, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran sekaligus Sekretaris Apindo, Kamis (27/8/2026).
Alfan mengatakan, satu tahun pertama merupakan momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan pemerintahan sekaligus memastikan visi Pesawaran CAKEP—Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif dan Produktif— diterjemahkan menjadi program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana fondasi yang sudah dibangun ini bisa dilanjutkan secara konsisten dan menghasilkan dampak yang semakin nyata bagi masyarakat,” ujar Alfan.
Ia mengapresiasi sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif, termasuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan IPM, penurunan kemiskinan, pengendalian inflasi serta pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Namun, menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari angka.
“Pertumbuhan ekonomi harus terasa sampai ke masyarakat bawah. Pembangunan infrastruktur harus memperlancar aktivitas warga dan distribusi hasil produksi,” katanya.
PEMUDA HARUS JADI SUBJEK
Alfan memberi perhatian khusus terhadap penguatan sumber daya manusia dan keterlibatan generasi muda. Bonus demografi, katanya, harus menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing Pesawaran.
“Pemuda jangan hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan, tetapi harus menjadi bagian dari subjek pembangunan,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi pengembangan potensi lokal, terutama pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif serta potensi desa. Pesawaran dinilai memiliki modal besar berupa kawasan pesisir dan kepulauan, pertanian, perikanan serta kekuatan ekonomi masyarakat.
Menurut Alfan, pengembangan pariwisata harus memberikan efek berantai kepada masyarakat lokal.
“Pariwisata jangan hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga bagaimana UMKM, pelaku ekonomi kreatif, nelayan, petani dan masyarakat desa ikut mendapatkan manfaat,” jelasnya.
INFRASTRUKTUR JADI KUNCI
Percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan konektivitas antarwilayah, juga menjadi perhatian. Infrastruktur yang baik dinilai mampu membuka akses pendidikan, kesehatan sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan.
Di sisi tata kelola, Alfan turut mengapresiasi keberhasilan Pesawaran mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut.
Namun, capaian tersebut menurutnya harus dibarengi peningkatan kualitas pelayanan publik dan manfaat pembangunan.
“WTP tentu menjadi capaian yang patut diapresiasi. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana tata kelola pemerintahan yang baik itu benar-benar berujung pada kualitas pelayanan publik dan manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Memasuki tahun kedua, Alfan mendorong Nanda-Anton memperkuat kolaborasi dengan organisasi kepemudaan, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat dan kelompok masyarakat lainnya.
Ia menegaskan dukungan terhadap pemerintah tetap harus disertai kritik konstruktif.
“Dukungan terhadap pemerintah bukan berarti tanpa kritik. Justru kritik dan masukan yang konstruktif diperlukan agar kebijakan semakin tepat sasaran,” pungkasnya.
Alfan berharap tahun kedua pemerintahan Nanda-Anton menjadi momentum mempercepat program prioritas, memperluas pemerataan pembangunan hingga desa dan mengoptimalkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pesawaran harus terus bergerak menjadi daerah yang semakin CAKEP, mandiri, produktif dan memiliki daya saing,” tutup Alfan. (*).






