Zulhas Di Hadapan Presiden dan Kader PAN se-Indonesia, Beberkan Bukti Prabowo Berpihak pada Rakyat Kecil

JAKARTA — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memuji sederet kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil.

Kebijakan tersebut antara lain penurunan harga pupuk subsidi, pembangunan kampung nelayan, penurunan potongan aplikator bagi pengemudi ojek online dari 20 persen menjadi delapan persen, serta penurunan bunga pembiayaan bagi kelompok usaha ultramikro perempuan prasejahtera dari rata-rata 24 persen per tahun menjadi delapan persen.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan ribuan kader PAN se-Indonesia, Zulhas—sapaan Zulkifli Hasan—membeberkan berbagai kebijakan pemerintah tersebut dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat malam, 18 September 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan itu mengatakan keberpihakan Presiden Prabowo terhadap petani antara lain terlihat dari kebijakan pemerintah terkait pupuk dan irigasi. Pernyataan tersebut langsung disambut riuh tepuk tangan dan aksi berdiri dari perwakilan petani yang hadir.

Zulhas kemudian menyoroti kondisi ekonomi nelayan Indonesia. Menurutnya, meskipun Indonesia memiliki wilayah laut yang luas, tingkat kesejahteraan nelayan masih relatif lemah.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan nilai tukar petani padi. Zulhas menyebut nilai tukar petani padi berada di angka 129, sedangkan nelayan hanya 103.

“Artinya dari 100 pokok, nelayan hanya mendapat 3, petani mendapat 29. Sehingga nelayan kalau tidak dibantu, tidak bisa makan yang baik, tidak bisa menyekolahkan anaknya dan hidupnya jauh dari sejahtera,” ujar Zulhas.

Zulhas juga menyinggung persoalan pencurian ikan di perairan Indonesia. Menurut dia, nelayan Indonesia masih menghadapi keterbatasan dibandingkan nelayan dari negara lain.

Ia menyebut nilai ikan yang dicuri setiap tahun mencapai lebih dari Rp200 triliun, dengan merujuk pada pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Namun, Zulhas mengaku bersyukur karena Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap nelayan Indonesia. Salah satunya melalui pembangunan kampung-kampung nelayan yang dilengkapi sarana dan prasarana.

Menurut Zulhas, pembangunan tersebut diharapkan dapat mendorong nelayan Indonesia menjadi lebih maju dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Zulhas selanjutnya menyinggung kelompok perempuan pelaku usaha ultramikro yang mendapatkan pembiayaan melalui program Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Menurutnya, pembiayaan bagi kelompok usaha ultramikro perempuan prasejahtera sebelumnya dikenakan bunga yang relatif tinggi, rata-rata 24 persen per tahun.

Zulhas kembali menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintahan Prabowo yang menurunkan bunga pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah, termasuk program Mekaar, menjadi delapan persen.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil.

Selain nelayan dan pelaku usaha mikro, Zulhas turut menyinggung kebijakan pemerintah terhadap pengemudi ojek online (ojol).

Di hadapan Presiden Prabowo, Zulhas mengatakan potongan yang dikenakan aplikator kepada pengemudi ojol telah mengalami penurunan.

“Potongan aplikator dari 20 persen, sekarang di kepemimpinan Presiden Prabowo diturunkan menjadi delapan persen,” kata Zulhas.

Zulhas menegaskan berbagai kebijakan tersebut menunjukkan adanya kesamaan nilai antara PAN dan pemerintahan Prabowo dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil. (SPT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *