SK Kepengurusan Berakhir, Pemuda Minta Reorganisasi Jangan Berlarut
PESAWARAN — Desakan agar Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pesawaran segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda) menguat. Tiga Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI, yakni DPK KNPI Tegineneng, Padang Cermin dan Way Lima, meminta kepengurusan DPD KNPI Pesawaran segera mengambil langkah organisasi setelah masa berlaku surat keputusan (SK) kepengurusan berakhir.
Ketiga DPK menilai Musda merupakan forum tertinggi organisasi yang penting untuk memastikan keberlanjutan, reorganisasi dan regenerasi kepemudaan di Kabupaten Pesawaran. Mereka juga meminta tahapan menuju Musda dilakukan secara terbuka dengan melibatkan unsur DPK dan organisasi kepemudaan.
Ketua DPK KNPI Tegineneng, Ridwan Sifyan, mengatakan berakhirnya SK kepengurusan harus menjadi momentum bagi DPD KNPI Pesawaran untuk segera memastikan tahapan Musda.
“Musda merupakan mekanisme penting dalam organisasi. Setelah SK kepengurusan selesai, kita berharap ada kepastian tahapan menuju Musda agar proses reorganisasi KNPI Pesawaran dapat berjalan secara terarah dan konstitusional,” ujar Ridwan.
Menurutnya, Musda bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi bagian dari proses menjaga kesinambungan organisasi sekaligus membuka ruang bagi regenerasi pemuda di Pesawaran.
Desakan serupa disampaikan Ketua DPK KNPI Padang Cermin, Iwan Juni. Ia mengatakan Musda dapat menjadi momentum konsolidasi untuk menyatukan kembali potensi dan gagasan pemuda di seluruh wilayah Kabupaten Pesawaran.
“Dengan selesainya SK kepengurusan, tentu kita berharap kepada DPD KNPI Pesawaran agar memproses Musda agar dapat segera dilanjutkan. Ini bagian penting dari mekanisme organisasi yang harus kita hormati dan jalankan bersama,” kata Iwan.
Iwan menegaskan KNPI harus tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh pemuda. Karena itu, persoalan internal organisasi jangan sampai menguras energi dan menghambat kiprah KNPI di tengah masyarakat.
“KNPI harus menjadi rumah bersama bagi pemuda. Jangan sampai energi pemuda habis pada persoalan internal. Kita membutuhkan reorganisasi dalam tubuh KNPI Pesawaran. Ke depan kita ingin organisasi yang solid, tertata dan mampu menjawab kebutuhan serta persoalan kepemudaan di daerah hingga ke desa,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPK KNPI Way Lima, Aldo Winandar, meminta DPD KNPI Pesawaran segera melakukan konsolidasi dan menetapkan tahapan pelaksanaan Musda dengan melibatkan DPK KNPI kecamatan serta unsur-unsur kepemudaan.
“Organisasi yang sehat adalah organisasi yang berani melakukan regenerasi dan taat terhadap sistem. Sudah saatnya KNPI Pesawaran reorganisasi dan bergerak, berkonsolidasi, serta kembali menghadirkan kerja nyata bagi pemuda dan Bumi Andan Jejama,” ujar Aldo.
Aktivis mahasiswa UIN tersebut bahkan meminta DPD KNPI Pesawaran segera menggelar rapat internal apabila memang terdapat kendala dalam pelaksanaan Musda.
Menurut Aldo, jika DPD KNPI Pesawaran tidak mampu melaksanakan Musda, persoalan tersebut dapat dikomunikasikan dengan DPD KNPI Provinsi Lampung melalui mekanisme organisasi.
“Dikarenakan habisnya masa periode kepengurusan, saya meminta pengurus harian KNPI Pesawaran segera menggelar rapat dan mengundang pengurus KNPI kecamatan untuk merumuskan perihal Musda ini,” katanya.
“Kalau DPD KNPI Pesawaran tidak sanggup menggelarnya, kita bersurat saja ke DPD KNPI Provinsi terkait Musda ini. Jangan sampai gara-gara keterlambatan Musda, organisasi KNPI sebagai wadah pemuda menjadi vakum dan tidak bergerak sama sekali,” tegas Aldo.
Desakan tiga DPK tersebut menempatkan pelaksanaan Musda sebagai agenda organisasi yang dinilai perlu segera mendapatkan kepastian. Mereka berharap DPD KNPI Pesawaran dapat membuka ruang konsolidasi dan menyusun tahapan Musda sesuai mekanisme organisasi. (*).






