DUA RIBU PELARI BAKAL SERBU BANARAN TRAIL RUN 2026

PTPN I Genjot Wisata Perkebunan Kopi, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

JAKARTA – Sebanyak 2.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara diperkirakan bakal meramaikan Banaran Trail Run 2026 di kawasan Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/11/2026).

Ajang lari lintas alam yang digelar PTPN I Regional 2 di lereng Gunung Ungaran tersebut tidak sekadar menjadi arena adu ketahanan fisik. Kegiatan ini sekaligus menjadi strategi perusahaan dalam mempromosikan potensi wisata perkebunan kopi, memperkenalkan produk unggulan, serta menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Panitia penyelenggara menyatakan persiapan kegiatan telah mencapai 90 persen. Memasuki tahun ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024, Banaran Trail Run kembali hadir dengan konsep yang lebih matang, memadukan olahraga, wisata alam, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan potensi aset perkebunan agar memiliki nilai tambah ekonomi.

“Banaran Trail Run bukan sekadar ajang olahraga. Kami ingin memperkenalkan kekayaan alam perkebunan kopi Banaran kepada masyarakat melalui pengalaman yang berbeda. Peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga dapat menikmati panorama perkebunan, mengenal produk unggulan, dan merasakan suasana wisata yang kami kembangkan,” kata Abdul Rivai di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, pengembangan wisata perkebunan menjadi salah satu strategi PTPN I dalam membangun ekosistem usaha yang mengintegrasikan potensi alam, produk perkebunan, aktivitas rekreasi, serta peluang ekonomi masyarakat.

Tak hanya mendatangkan wisatawan, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi UMKM binaan PTPN I untuk memasarkan produk unggulan daerah. Dengan kehadiran ribuan peserta, pelaku usaha lokal diharapkan memperoleh kesempatan memperluas pasar dan membangun jaringan konsumen baru.

“Destinasi wisata yang berkembang harus mampu memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, kami melibatkan UMKM binaan agar mereka memperoleh kesempatan memperluas pasar, membangun jaringan, dan memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung. Kami ingin manfaat kegiatan ini dirasakan bersama,” ujarnya.

TIGA KATEGORI LINTASAN

Dari sisi kompetisi, Banaran Trail Run 2026 menghadirkan tiga kategori lomba, yakni Excelsa 7 kilometer, Robusta 15 kilometer, dan Arabica 30 kilometer. Setiap kategori menawarkan karakter lintasan dengan tantangan elevasi berbeda di tengah hamparan perkebunan kopi.

Kategori Arabica 30K menjadi tantangan terberat dengan kenaikan elevasi sekitar 1.055 meter. Kategori ini mengikuti evaluasi poin International Trail Running Association (ITRA) dan menargetkan status UTMB Index Official Race. Sementara kategori Robusta 15K juga mengikuti evaluasi poin ITRA.

Panitia menjadwalkan pemberangkatan peserta Arabica 30K pukul 03.00 WIB, Robusta 15K pukul 05.00 WIB, dan Excelsa 7K pukul 06.00 WIB. Hadiah podium juga disiapkan bagi pelari putra dan putri pada setiap kategori.

Melalui penyelenggaraan ini, PTPN I berharap Kampoeng Kopi Banaran semakin dikenal sebagai destinasi wisata berbasis perkebunan yang menawarkan pengalaman lebih luas, mulai dari olahraga, rekreasi keluarga, hingga edukasi produk perkebunan.

Pengembangan wisata tersebut sekaligus menjadi bagian dari transformasi pemanfaatan aset perusahaan. Perkebunan tidak hanya berfungsi sebagai kawasan produksi komoditas, tetapi juga memiliki potensi menjadi pusat wisata dan aktivitas ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

PTPN I pun menjadikan Banaran Trail Run 2026 sebagai momentum mempertemukan komunitas olahraga, wisatawan, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam satu kegiatan yang mengangkat potensi perkebunan kopi Indonesia. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *