Lampung Barat – Dalam rangka memperkuat sistem pengamanan serta memastikan keandalan operasional pembangkit listrik tenaga air, PT PLN Nusantara Power Unit Pelaksana (UP) Bandar Lampung bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital (PAM OBVIT) POLDA Lampung melaksanakan kegiatan Risk Assessment Pengamanan PLTA Way Besai yang berlokasi di Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat, (16/7).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasubdit Audit PAM OBVIT POLDA Lampung, Bapak Syukur Kersana, S.Sos., M.M., beserta tim pengamanan, dan dari pihak PLN Nusantara Power diwakili oleh Manager UP Bandar Lampung, Bapak Sigit Kusumawan Ardianto, serta jajaran manajemen terkait.
Pelaksanaan risk assessment ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi potensi risiko keamanan yang mungkin timbul di area operasional PLTA Way Besai — salah satu objek vital nasional yang berperan penting dalam menjaga pasokan listrik di wilayah Provinsi Lampung dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Bapak Sigit Kusumawan Ardianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh PAM OBVIT POLDA Lampung dalam upaya peningkatan keamanan di lingkungan kerja PLN Nusantara Power.
“PLTA Way Besai merupakan objek vital nasional yang memerlukan sistem pengamanan yang kuat, terukur, dan berkelanjutan. Kegiatan risk assessment ini menjadi langkah penting dalam memastikan seluruh potensi ancaman dapat diidentifikasi sejak dini dan ditangani secara tepat,” ujar Sigit Kusumawan Ardianto.
Beliau menambahkan, bahwa kolaborasi antara PLN Nusantara Power dan aparat kepolisian merupakan bentuk sinergi yang strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan, baik dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia, maupun prosedur operasional, guna menjaga keandalan pembangkit dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat,” tambahnya.
Sementara itu, Kasubdit Audit PAM OBVIT POLDA Lampung, Bapak Syukur Kersana, S.Sos., M.M., dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan risk assessment ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam melakukan pengawasan, evaluasi, dan pembinaan terhadap seluruh objek vital nasional di wilayah Lampung.
“Kami berterima kasih atas keterbukaan dan kerja sama yang baik dari pihak PLN Nusantara Power. Melalui kegiatan ini, kami dapat melakukan penilaian langsung terhadap sistem pengamanan yang sudah diterapkan, sekaligus memberikan rekomendasi untuk peningkatan pengamanan di masa mendatang,” ujar Syukur Kersana.
Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga koordinasi yang intensif antara pihak pengelola objek vital dan aparat keamanan untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman, baik dari faktor internal maupun eksternal.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya bersifat evaluatif, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk memastikan bahwa seluruh aspek pengamanan berjalan sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku,” tambahnya.
Kegiatan Risk Assessment Pengamanan PLTA Way Besai meliputi peninjauan lapangan terhadap fasilitas pembangkit, sistem akses dan kontrol keamanan, kesiapsiagaan petugas pengamanan, serta evaluasi terhadap sistem tanggap darurat yang berlaku di area pembangkit.
Melalui kegiatan ini, PLN Nusantara Power UP Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan dan memperkuat keamanan aset strategis perusahaan, sejalan dengan prinsip Zero Accident dan Operational Excellence yang menjadi budaya kerja di lingkungan PLN Nusantara Power.
PLN Nusantara Power akan terus menjalin sinergi dengan aparat keamanan dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keberlanjutan operasional pembangkit serta memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung ketahanan energi nasional. (*).






