Serap 3.000 Tenaga Kerja, Tapi SOP dan Tenaga Lokal Harus Jadi Prioritas
Bandarlampung – Rencana pembangunan pabrik rokok HS di Provinsi Lampung yang diproyeksikan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja disambut positif oleh kalangan legislatif. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, M. Syukron Muchtar, menilai investasi tersebut sebagai kabar baik bagi daerah, khususnya dari sisi penciptaan lapangan kerja dan kontribusi ekonomi.
Syukron menyebut, rencana pendirian pabrik oleh pengusaha asal Lampung yang sukses di perantauan patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi perantau lainnya.
“Ini adalah kabar baik. Sebuah rencana bagus dari seorang anak daerah yang sukses di perantauan. Hendaknya hal seperti ini diikuti oleh perantau yang sukses lainnya. Bahwa kita harus berkontribusi pada tanah kelahiran kita,” ujar Syukron, Rabu (22/1/2026).
Meski demikian, politisi PKS itu mengingatkan agar seluruh proses pendirian pabrik dilakukan secara tertib dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, baik secara sosial maupun hukum.
“Terkait pendirian pabrik, saya berharap owner rokok HS memenuhi segala SOP pendirian pabrik. Jangan sampai ada yang terlewati atau sengaja dilewati. Agar tidak menjadi masalah di kemudian hari, baik masalah sosial maupun masalah hukum,” tegasnya.
Syukron menekankan, aspek krusial yang harus diperhatikan meliputi kejelasan status lahan, tidak berada di wilayah rawan konflik, serta seluruh perizinan dilakukan secara sah dan transparan.
Selain itu, ia menaruh harapan besar agar keberadaan pabrik benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Lampung melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Saya berharap jika pabrik jadi didirikan, upayakan tenaga kerja yang diserap nantinya adalah putra daerah. Agar owner tidak saja memiliki pabrik di Lampung, tapi masyarakat dan pemerintah juga merasakan kehadirannya di Lampung,” kata Syukron.
Menurutnya, kebanggaan atas hadirnya investasi tidak cukup hanya karena berdirinya pabrik semata, melainkan karena masyarakat Lampung menjadi bagian penting dalam roda produksi.
“Tidak sekadar bangga pabrik ada di Lampung, tapi bangga karena masyarakat Lampung menjadi bagian dari tenaga kerja di dalamnya,” pungkasnya.
Rencana pembangunan pabrik rokok HS ini dinilai berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, selama dijalankan dengan prinsip kepatuhan hukum, keberpihakan pada tenaga lokal, dan tanggung jawab sosial yang kuat. (*).






