Dari Helm Taktis hingga Mimpi Penjaga Negeri di Mata Anak TK
Bandarlampung — Pagi itu, halaman Markas Komando Satuan Brimob Polda Lampung tak hanya dipenuhi derap sepatu dinas. Tawa kecil, langkah-langkah mungil, dan mata penuh rasa ingin tahu turut mewarnai suasana. Sebanyak 29 siswa-siswi TKIT Rabbani Kedamaian datang berkunjung, membawa satu misi sederhana: belajar menjadi “Brimob Cilik.”
Kamis (5/2/2026), kunjungan edukatif bertajuk Field Trip itu mengubah ruang latihan dan garasi kendaraan taktis menjadi kelas belajar terbuka. Bukan tentang membaca atau berhitung, melainkan mengenal profesi, disiplin, dan keberanian—nilai-nilai yang kelak membentuk karakter.
Anak-anak dikenalkan langsung pada tugas dan fungsi Kepolisian, khususnya peran Satuan Brimob dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan bahasa yang ramah anak, Kasubden IV Detasemen Gegana Satbrimob Polda Lampung, AKP Andi Sudarto, menjelaskan apa itu Brimob, apa tugasnya, dan mengapa mereka mengenakan seragam serta perlengkapan khusus.
Helm taktis, rompi, hingga peralatan teknis Brimob menjadi magnet perhatian. Rasa penasaran semakin memuncak saat anak-anak diizinkan melihat dan menyentuh kendaraan taktis. Wajah-wajah kecil itu tampak berseri, sebagian membayangkan diri mereka suatu hari berdiri gagah sebagai penjaga negeri.
Suasana makin hangat ketika sesi foto bersama personel Brimob digelar. Kamera menangkap lebih dari sekadar senyum—ia merekam benih mimpi dan keberanian yang tumbuh diam-diam.
Menanam Nilai Sejak Dini
Dansat Brimob Polda Lampung Kombes Pol Yustanto Mujiharso menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan investasi karakter.
“Kegiatan ini kami rancang sebagai sarana pembelajaran dan pengenalan tugas Satuan Brimob, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Harapannya, adik-adik tumbuh dengan rasa cinta tanah air, percaya diri, dan bangga terhadap profesi Polisi,” ujar Yustanto.
Lebih dari itu, ia menambahkan, pendekatan humanis seperti ini penting untuk membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa Polisi bukan sosok yang menakutkan. Polisi adalah sahabat masyarakat, sahabat anak-anak, yang hadir untuk melindungi dan mengayomi,” tambahnya.
Kunjungan sederhana itu pun berakhir, namun maknanya tinggal lebih lama. Di balik langkah kecil yang meninggalkan Mako Brimob hari itu, tersimpan pelajaran besar: tentang keberanian, pengabdian, dan mimpi-mimpi polos yang suatu hari mungkin tumbuh menjadi panggilan untuk menjaga negeri. (*).






