Nyaman di Depan Kamera

Dunia modeling bukan hal asing bagi Celly Elvita. Finalis Pemilihan Putra Putri Lampung (PPL) 2026 ini mengaku telah jatuh cinta pada dunia kamera sejak duduk di bangku SMK Penerbangan Merah Putih School Kota Metro.

Akun media sosialnya, @cellelvyta, menjadi saksi perjalanan ketertarikannya di dunia modeling. Sejak kecil, Celly sudah terbiasa difoto oleh sang ibu yang hobi mengabadikan momen. Kebiasaan itulah yang membuatnya tumbuh menjadi sosok yang nyaman dan percaya diri di depan kamera.

“Dari kecil saya sudah suka difoto. Sampai sekarang pun saya merasa sangat nyaman di depan kamera,” ujar Celly.

Rasa nyaman itu berkembang menjadi keseriusan. Ia tak hanya menekuni modeling, tetapi juga kerap menjadi muse bagi make-up artist. Kini, Celly tengah mengikuti ajang Pemilihan Putra Putri Lampung sebagai langkah besar dalam perjalanan kariernya.

Menurutnya, PPL bukan sekadar kompetisi, melainkan platform untuk menantang diri keluar dari zona nyaman, mengasah soft skill, memperluas relasi, dan membangun karier profesional di industri fashion dan modeling.

Untuk menghadapi ajang bergengsi tersebut, Celly melakukan persiapan matang. Ia menjaga pola makan, rutin berolahraga, berlatih catwalk, serta mengasah kemampuan public speaking.

“Saya juga banyak belajar tentang industri fashion dan daerah supaya punya wawasan yang luas,” katanya.

Soal target, Celly mengaku ingin memberikan penampilan maksimal di setiap tahapan seleksi dan bertekad meraih kemenangan. Namun, ia juga menekankan pentingnya proses belajar.

“Target saya tentu ingin menang, tapi yang lebih penting bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para mentor,” ungkapnya.

Celly percaya diri dengan sejumlah keunggulan yang dimiliki, seperti kemampuan beradaptasi, keramahan, serta kemampuan komunikasi publik yang baik.

“Saya merasa punya karakter yang kuat dan mampu membawakan berbagai konsep dengan atmosfer yang berbeda-beda,” ujarnya.

Bagi Celly, modeling bukan sekadar soal penampilan, tetapi juga proses pembentukan karakter. Ia belajar disiplin, manajemen waktu, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam membawa diri di depan publik.

Obsesi terbesarnya adalah menjadi model profesional yang dikenal bukan hanya karena visual, tetapi juga prestasi. PPL menjadi ajang besar pertamanya, dan ia mengaku sangat bersemangat serta optimistis.

Dukungan orangtua menjadi energi tersendiri bagi Celly. Ia menyebut keluarga sebagai pendukung utama yang selalu memberikan semangat, baik secara moral maupun fasilitas untuk berkembang.

“Dengan persiapan yang matang dan niat yang tulus, saya yakin kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Kalau pun nanti belum menang, saya tetap senang karena sudah berani mencoba hal baru,” pungkasnya. (dbs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *