PADANG — Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) turun langsung melakukan pengecekan lintas di wilayah Divre II Sumatera Barat. Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI, Dadan Rudiansyah, meninjau langsung petak jalan Stasiun Padang hingga Stasiun Pulau Air, Rabu (4/3).
Kegiatan tersebut didampingi Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh Tri Setyawan, bersama jajaran manajemen. Peninjauan difokuskan pada kesiapan infrastruktur dan perangkat keselamatan guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran.
Rombongan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi rel, sistem persinyalan, hingga fasilitas pendukung keselamatan operasional di sepanjang lintasan. Salah satu titik strategis yang mendapat perhatian khusus adalah Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 07, guna memastikan seluruh rambu dan sistem pengaman berfungsi sesuai standar.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menegaskan bahwa kegiatan cek lintas ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keandalan operasional.
“Melalui kegiatan cek lintas ini, KAI ingin memastikan bahwa seluruh prasarana perkeretaapian dalam kondisi optimal sehingga operasional perjalanan kereta api dapat berjalan dengan aman dan lancar. Selain itu, kami juga terus mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak beraktivitas di jalur rel kereta api,” ujar Reza.
Tak hanya melakukan pemeriksaan teknis, jajaran direksi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat di sekitar jalur rel. Sosialisasi dilakukan untuk mengedukasi warga agar tidak melakukan aktivitas di area rel yang dapat membahayakan keselamatan diri maupun perjalanan kereta api.
Reza menambahkan, keselamatan merupakan prioritas utama perusahaan dalam memberikan layanan transportasi kepada masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan perkeretaapian, serta tidak melakukan aktivitas di jalur rel maupun di area yang dapat mengganggu operasional kereta api,” tegasnya.
Dengan pengecekan langsung oleh jajaran direksi ini, KAI memastikan seluruh aspek keselamatan operasional di wilayah Sumatera Barat dalam kondisi siap, sehingga perjalanan kereta api selama Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, selamat, dan nyaman bagi para pelanggan. (*)






