SAFARI RAMADAN PERKUAT SINERGI

Safari Ramadan 1447 Hijriah yang dipimpin langsung Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menjadi momentum penguatan sinergi pembangunan antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Kehadiran gubernur bersama rombongan di Masjid Al-Falah, Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kamis (5/3) malam, disambut hangat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta ratusan warga.

Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah suasana religius dan penuh kebersamaan, terselip pesan kuat tentang kolaborasi, kepedulian sosial, dan arah pembangunan daerah.

Bupati Egi memanfaatkan momentum tersebut untuk memaparkan capaian strategis Lampung Selatan selama satu tahun terakhir. Di sektor infrastruktur, pemkab telah merealisasikan penanganan jalan sepanjang 272 kilometer senilai Rp220,8 miliar, serta pembangunan jembatan dan drainase sepanjang 27.240 meter dengan nilai Rp37,1 miliar.

Di sektor ekonomi dan pariwisata, kunjungan wisatawan menembus 1,6 juta orang. Dampaknya terasa pada geliat UMKM dan pertumbuhan ekonomi daerah yang pada 2025 mencapai 5,71 persen—tertinggi di Provinsi Lampung dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

“Suasana sore di Desa Pisang ini terasa jauh lebih sejuk dan bermakna karena kehadiran Pak Gubernur beserta rombongan. Semoga di bulan penuh maghfirah ini, setiap langkah kita bernilai pahala,” ujar Egi.

Ia juga menegaskan komitmen melalui program Kampung Helau, gerakan berbasis partisipasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, kreatif, dan berdaya saing. “Kalau lingkungannya helau atau indah, ibadah pun semakin khusyuk,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Mirza menekankan bahwa Ramadan adalah momentum memperkuat iman sekaligus kepedulian sosial. Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Lampung menyerahkan hibah masjid Rp30 juta, santunan bagi 50 anak yatim, serta bantuan Al-Qur’an. Pemkab Lampung Selatan turut menyalurkan hibah rumah ibadah Rp15 juta dan paket sembako bagi lansia serta anak yatim.

“Ramadan mengingatkan kita bahwa hidup ini tidak lama. Mari kita perkuat iman dan kepedulian sosial. Jaga kerukunan, jangan sampai perbedaan memecah belah kita. Lampung harus jadi lebih baik,” tegas Gubernur Mirza.

Safari Ramadan di Desa Pisang menjadi lebih dari sekadar kunjungan. Ia menjelma simbol harmoni antara pemerintah dan masyarakat—bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kebersamaan, kepedulian, dan semangat melayani. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *