Anggota DPRD Lampung Syukron Mochtar Isi Sanlat di Almamater SMA YP Unila

Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PKS, Syukron Mochtar, kembali ke almamaternya untuk mengisi kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) di SMA YP Unila Bandar Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, 4–5 Maret 2026, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI.

Dalam kegiatan tersebut, Syukron memberikan dua sesi materi utama bertema Tauhid dan Fiqh. Acara turut dihadiri kepala sekolah serta jajaran dewan guru yang menyambut hangat kehadiran alumninya yang kini berkiprah sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi.

Kepala sekolah SMA YP Unila dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kesediaan Syukron Mochtar untuk kembali ke sekolah sebagai narasumber dalam kegiatan pembinaan keagamaan bagi para siswa.

“Sekolah merasa bangga karena salah satu alumni kami kini menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung dan masih menyempatkan waktu untuk berbagi ilmu serta pengalaman kepada adik-adiknya di almamater,” ujar kepala sekolah dalam sambutannya.

Dalam penyampaian materinya, Syukron Mochtar menekankan pentingnya pemahaman Tauhid sebagai fondasi keimanan sekaligus landasan dalam menjalani kehidupan.

“Tauhid sangat penting sebagai dasar keimanan kita. Dengan pemahaman tauhid yang kuat, kita berharap dapat menjadi hamba yang taat dan meraih keselamatan di akhirat. Sementara fiqh penting agar kita dapat menjalankan ibadah dengan benar sesuai tuntunan syariat,” ujar Syukron di hadapan para siswa.

Selain menyampaikan materi keagamaan, ia juga memberikan motivasi kepada para pelajar agar terus semangat dalam menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan.

“Saya berharap adik-adik semua terus semangat belajar, menjaga akhlak, dan berani bermimpi besar. Pendidikan adalah kunci untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Kegiatan pesantren kilat tersebut disambut antusias oleh para siswa. Banyak di antara mereka merasa termotivasi karena mendapatkan inspirasi langsung dari alumni sekolah yang berhasil berkarier sekaligus tetap menjaga komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *