Bandarlampung – Kabar membanggakan datang dari Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Sebanyak lima mahasiswa terbaik berhasil menembus program student mobility di NTVU, Tiongkok, yang berlangsung mulai 27 Maret hingga 9 Juli 2026. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa asal Lampung mampu bersaing di panggung global.
Kelima mahasiswa tersebut adalah Lauren Patricia (Teknik Informatika), Kaneziro Kolungga (Sistem Informasi), Naria Tazkia Maharani (Sistem Informasi), Cika Puvita (Pendidikan Teknologi Informasi), dan Fauzi Ramadaniza (Teknik Informatika). Mereka terpilih melalui proses seleksi dan kini menjalani pengalaman akademik lintas negara yang penuh tantangan.
Setibanya di Tiongkok pada 27 Maret 2026, para mahasiswa langsung beradaptasi dengan lingkungan akademik internasional. Selain mengikuti perkuliahan, mereka juga terlibat dalam berbagai kegiatan kolaboratif bersama mahasiswa dari berbagai negara, sekaligus mengeksplorasi budaya setempat selama lebih dari tiga bulan.
Lauren Patricia menyebut kesempatan ini sebagai pengalaman luar biasa untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus memperluas jaringan global. Hal senada disampaikan Kaneziro Kolungga yang menilai program ini sebagai langkah besar dalam memahami perkembangan teknologi dan sistem pendidikan dunia.
Naria Tazkia Maharani menambahkan, pengalaman ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga keberanian keluar dari zona nyaman. Sementara Cika Puvita mengaku bangga dapat membawa nama kampus ke kancah internasional dan berharap mampu menginspirasi mahasiswa lain.
Fauzi Ramadaniza menilai program tersebut sebagai peluang emas untuk meningkatkan kompetensi diri. Ia bertekad membagikan ilmu dan pengalaman sepulang dari Tiongkok nanti.
Pihak kampus menegaskan, program student mobility ini merupakan bagian dari komitmen IIB Darmajaya dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Keikutsertaan lima mahasiswa ini sekaligus mempertegas pengakuan internasional terhadap kualitas mahasiswa Darmajaya.
Dengan semangat tinggi, kelima mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan program hingga tuntas dan kembali ke Tanah Air pada 9 Juli 2026 dengan membawa pengalaman serta prestasi yang semakin mengharumkan nama Lampung di mata dunia. (*).






