Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Tinjau Langsung Perbaikan Akses Kiluan–Padang Cermin
TANGGAMUS – Dari jalan berlumpur dan sulit dilalui, kini perlahan berubah menjadi jalur harapan baru. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turun langsung menyusuri ruas jalan Simpang Teluk Kiluan–Simpang Umbar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat pesisir.
Kondisi jalan yang rusak membuat aktivitas warga tersendat. Anak-anak kesulitan berangkat sekolah, nelayan terhambat melaut, hingga distribusi hasil bumi tersendat. Namun di balik keterbatasan itu, tersimpan optimisme yang kini mulai menemukan jawaban melalui pembangunan infrastruktur.
“Jalan ini bukan sekadar penghubung wilayah, tetapi penghubung harapan masyarakat. Ketika akses terbuka, ekonomi bergerak, pendidikan lebih mudah dijangkau, dan kesejahteraan meningkat,” tegas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di sela peninjauan.
Pemerintah Provinsi Lampung mulai melakukan perbaikan sepanjang 25 kilometer ruas Simpang Teluk Kiluan–Simpang Umbar di Kabupaten Tanggamus. Pada tahap awal, pembangunan difokuskan sepanjang 2,6 kilometer dengan konstruksi beton (rigid pavement), lebar 8 meter, lengkap dengan bahu jalan dan drainase. Proyek ini didukung anggaran Rp23,9 miliar guna meningkatkan kemantapan jalan sekaligus membuka konektivitas wilayah pesisir.
Tak hanya di Tanggamus, percepatan juga dilakukan pada ruas Padang Cermin–Teluk Kiluan di wilayah Pesawaran. Gubernur bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela meninjau langsung progres perbaikan jalan menuju kawasan wisata unggulan Teluk Kiluan.
Perbaikan akses ini didukung pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah, mencakup enam segmen di tiga kecamatan, dengan target peningkatan kemantapan jalan dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen.
“Dengan akses yang baik, biaya transportasi bisa ditekan, mobilitas warga lancar, dan sektor pariwisata seperti Teluk Kiluan akan tumbuh lebih cepat. Ini akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat pesisir,” lanjutnya.
Pembangunan yang ditargetkan rampung pada 17 Agustus 2026 ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membuka keterisolasian wilayah, sekaligus menggerakkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kini, di tengah debu pembangunan dan deru alat berat, harapan itu semakin nyata—jalan yang dibangun bukan hanya menghubungkan tempat, tetapi juga menghadirkan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat pesisir Lampung. (*).






