Bupati Ela Pastikan Anak Pekerja Migran Tetap Aman, Sekolah dan Terlindungi
Suasana hangat penuh semangat terlihat di Balai Desa Sumbergede, Kecamatan Sekampung, Kamis (21/5), saat Komisi Perlindungan Anak Indonesia melakukan pengawasan implementasi perlindungan dan pemenuhan hak anak dalam Program Desa Migran Emas.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Timur untuk memperkuat perlindungan terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya yang ditinggalkan orang tua bekerja di luar negeri.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan komitmen pemerintah daerah memastikan anak-anak PMI tetap memperoleh hak pendidikan, kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan sosial.
“Anak-anak PMI harus tetap merasa aman, nyaman, dan mendapat perhatian penuh meski orang tuanya bekerja di luar negeri. Mereka adalah generasi masa depan yang wajib kita jaga bersama,” ujar Ela.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Ela juga berinteraksi langsung dengan anak-anak PMI yang aktif mengikuti kegiatan di perpustakaan desa. Ia menilai lingkungan yang suportif mampu membangun karakter dan optimisme anak-anak.
“Saya melihat sendiri anak-anak kita luar biasa. Mereka tetap aktif, kreatif, dan semangat mengikuti kegiatan positif. Ini harus terus kita dukung,” katanya.
Komisioner KPAI Ai Rahmayanti mengatakan kunjungan ke Desa Sumbergede merupakan bagian dari pengawasan langsung implementasi perlindungan anak pekerja migran di tingkat desa.
“Kami ingin melihat bagaimana perlindungan anak dijalankan di lapangan. Anak-anak pekerja migran membutuhkan perhatian serius agar hak-haknya tetap terpenuhi,” ujarnya.
Selain aspek perlindungan anak, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi keluarga PMI melalui pengembangan UMKM dan koperasi agar ketahanan keluarga semakin kuat.
Plt Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Lampung Timur Melya Dewi mengatakan faktor ekonomi masih menjadi alasan utama warga bekerja ke luar negeri.
“Kalau ekonomi keluarga kuat, maka pengasuhan anak juga akan lebih stabil. Anak-anak bisa tumbuh dengan dukungan pendidikan dan kesehatan yang layak,” jelasnya. (dbs).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Timur Marsan menegaskan sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak-anak PMI agar tidak ada yang putus sekolah akibat kurangnya pengawasan.
Desa Sumbergede sendiri sebelumnya berhasil meraih Juara II Nasional dari Kementerian Desa PDTT dan kini didorong menjadi desa percontohan nasional dalam perlindungan anak pekerja migran berbasis komunitas dan gotong royong masyarakat. (dbs).






