Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Lampung diperkirakan berlangsung dengan tensi tinggi. Situasi ini mencuat seiring adanya dugaan masuknya kelompok pengamanan dari luar daerah yang disebut berpotensi menimbulkan gesekan di lapangan.
Ketua Umum Laskar Lampung Indonesia (LLI) Provinsi Lampung, Ir. Nerozely, menegaskan pihaknya menolak keras segala bentuk tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Munas di Bumi Ruwa Jurai.
“Kami tidak mau ada orang luar Lampung yang mengacak-acak wilayah kami. Lampung punya masyarakat yang mampu menjaga keamanan sendiri,” tegas Nerozely, Senin (8/6).
Ia juga menyebut adanya informasi pergerakan kendaraan berpelat luar daerah yang sempat dihentikan aparat di kawasan Pelabuhan Bakauheni. Kendaraan tersebut diduga membawa rombongan yang akan menghadiri Munas HIPMI di Bandar Lampung.
Meski demikian, LLI menekankan pentingnya seluruh pihak menjaga kondusivitas dan tidak melakukan tindakan yang dapat mencoreng nama baik Lampung sebagai tuan rumah agenda nasional.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, sebelumnya telah mengimbau agar pelaksanaan Munas HIPMI dijadikan momentum kebersamaan dan promosi daerah.
“Lampung harus mampu menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah yang aman, ramah, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran ribuan peserta Munas HIPMI di Hotel Hotel Novotel Bandar Lampung diperkirakan memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi, pariwisata, dan investasi daerah.
Panitia lokal sendiri menyebut persiapan terus dimatangkan, dengan estimasi 3.000 hingga 5.000 peserta dari seluruh Indonesia akan hadir dalam agenda tersebut.
Di tengah dinamika yang berkembang, seluruh pihak diharapkan tetap menjaga suasana kondusif agar Munas HIPMI 2026 dapat berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan strategis bagi penguatan peran pengusaha muda di Indonesia. (dbs).






