MENUNGGU PRABOWO DI TEPI JALAN KRUI

Merah Putih, Tabuhan Gendang, dan Senyum Warga Pesisir Barat

PESISIR BARAT – Sejak pagi, suasana di Krui terasa berbeda. Ruas-ruas jalan yang biasanya lengang dipenuhi warga. Anak-anak, orang tua, pelajar, hingga tokoh masyarakat berdiri di tepi jalan, menunggu satu momen yang sudah lama dinantikan: melihat langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Matahari pesisir mulai meninggi ketika pesawat yang membawa Presiden mendarat di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Krui, Rabu (10/6/2026). Kabar kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu segera menyebar. Warga yang telah berkumpul sejak pagi tampak semakin antusias.

Di sepanjang jalur menuju RSUD KH Muhammad Thohir Krui, suasana berubah menjadi lautan manusia. Bendera Merah Putih berukuran kecil berkibar di tangan warga. Sebagian melambai-lambaikan bendera, sebagian lainnya mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut.

Bagi masyarakat Pesisir Barat, kunjungan Presiden bukan sekadar agenda kenegaraan. Kehadiran kepala negara di daerah yang berada di ujung barat Lampung itu menjadi kebanggaan tersendiri. Tidak sedikit warga yang rela menunggu berjam-jam demi menyaksikan iring-iringan kendaraan Presiden melintas.

Nuansa budaya Lampung turut mewarnai penyambutan. Di beberapa titik, tabuhan gendang menggema memecah udara pagi. Irama tradisional itu berpadu dengan sorak-sorai masyarakat yang menyambut rombongan Presiden.

Warna-warni pakaian adat Lampung yang dikenakan sejumlah warga menambah semarak suasana. Kain tapis, siger, dan berbagai atribut budaya daerah menjadi simbol bahwa masyarakat ingin menyambut tamu negara dengan identitas dan kebanggaan khas Lampung.

Lalu tibalah momen yang ditunggu.

Saat kendaraan Maung yang ditumpangi Presiden melintas, warga serentak melambaikan tangan. Presiden Prabowo berdiri dari atas kendaraan dan membalas sapaan masyarakat. Senyum dan lambaian tangan dari kedua arah seolah menghapus jarak antara pemimpin dan rakyatnya.

Sorak sorai pun pecah. Anak-anak melompat kegirangan, sementara para orang tua mengabadikan momen itu dengan kamera telepon genggam. Ada yang meneriakkan nama Presiden, ada pula yang hanya tersenyum sambil menyaksikan iring-iringan berlalu.

Bagi sebagian warga, pertemuan itu mungkin hanya berlangsung beberapa detik. Namun, momen singkat tersebut menjadi kenangan yang akan lama tersimpan. Kehadiran Presiden di tengah masyarakat menghadirkan perasaan dihargai dan diperhatikan, terutama bagi warga di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Di balik agenda peresmian rumah sakit dan berbagai kegiatan kenegaraan lainnya, terselip cerita tentang kedekatan pemimpin dengan rakyat. Cerita yang terekam dalam kibaran Merah Putih, tabuhan gendang, dan wajah-wajah bahagia warga yang memadati jalanan Krui.

Hari itu, Pesisir Barat bukan hanya menjadi lokasi kunjungan kerja Presiden. Ia menjelma menjadi panggung kebersamaan, tempat negara hadir dan disambut dengan hangat oleh rakyatnya.

Dan ketika iring-iringan kendaraan Presiden perlahan menjauh, satu hal yang masih tertinggal di wajah warga adalah senyum. Senyum kebanggaan karena daerah mereka menjadi perhatian, dan karena mereka telah menjadi bagian dari sebuah peristiwa yang akan dikenang dalam sejarah Pesisir Barat. (*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *