Program Unggulan Mirza–Jihan Tekan Biaya Produksi, Penggunaan Pupuk Kimia Bisa Berkurang 50 Persen
LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kemandirian petani melalui Program Desaku Maju. Sebanyak 142 peserta yang didominasi petani dan perwakilan kelompok tani dari Kabupaten Lampung Selatan, Way Kanan, Kota Bandar Lampung, dan Metro mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pupuk Hayati Cair (PHC) di Aula Gedung Arjuna PKK Agropark, Desa Sabah Balau, Lampung Selatan, Rabu (24/6/2026).
Program PHC merupakan salah satu program unggulan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha tani.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mulai dari teknik pembiakan mikroba, proses pembuatan pupuk hayati cair, hingga metode pengaplikasian yang tepat di lahan pertanian. Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan bantuan sarana produksi berupa biang mikroba, katalis pestisida nabati, dan mineral pendukung yang akan disalurkan kepada kelompok tani.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, program PHC tahun 2026 ditargetkan menjangkau 800 titik di berbagai kabupaten dan kota di Lampung.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Para petani aktif mengikuti sesi diskusi maupun praktik lapangan karena menilai teknologi pupuk hayati cair dapat menjadi solusi atas tingginya harga pupuk kimia sekaligus menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Narasumber dari Microba Culture, Candra Wiguna, menjelaskan bahwa penggunaan PHC secara tepat mampu memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman.
“Dengan penggunaan yang tepat, pupuk hayati cair dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen tanpa mengurangi hasil panen. Bahkan dalam jangka panjang mampu memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan efisiensi budidaya,” jelasnya.
Selain menerima materi teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan PHC sebagai bekal sebelum bantuan bahan dan sarana produksi didistribusikan pada Juli hingga Agustus 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, penyuluh pertanian, perwakilan gabungan kelompok tani (gapoktan), kelompok tani (poktan), serta Pimpinan Redaksi Trabas.co Bayumi Adinata sebagai narasumber publikasi pertanian.
Program Desaku Maju melalui pengembangan pupuk hayati cair diharapkan mampu menjadi tonggak transformasi pertanian Lampung menuju sistem budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Selain menekan biaya produksi, program ini juga diharapkan meningkatkan pendapatan petani serta memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional. (*)






