Program Desaku Maju Dongkrak Produktivitas Hingga 30 Persen
LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Provinsi Lampung terus mengakselerasi pembangunan sektor pertanian melalui Program Desaku Maju. Salah satu program unggulannya, Pupuk Hayati Cair (PHC), kini menjadi harapan baru bagi petani untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini membebani usaha tani.
Sebanyak 160 petani dari Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, dan Pesawaran mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pupuk Hayati Cair yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung di Aula UPTD Bapelkes Hajimena, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (25/6/2026).
Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan program PHC merupakan bentuk nyata perhatian Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
“Pak Gubernur sangat memahami kondisi petani karena beliau juga berasal dari organisasi petani. Karena itu pemerintah hadir melalui Program Desaku Maju dengan memberikan bantuan Pupuk Hayati Cair yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh petani,” ujar Elvira.
Menurutnya, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus telah menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari meningkatnya biaya produksi hingga menurunnya tingkat kesuburan tanah. Karena itu, PHC dihadirkan sebagai solusi pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Pemprov Lampung telah menyalurkan bantuan unit produksi PHC kepada 500 desa pada 2025, dan pada tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 800 desa. Secara bertahap, sekitar 2.000 desa di Lampung ditargetkan akan menerima bantuan serupa.
Elvira mengungkapkan hasil penggunaan PHC di sejumlah daerah menunjukkan dampak yang menggembirakan. Saat mendampingi Gubernur Lampung dalam kunjungan ke Desa Pangkalan Mas, Kabupaten Mesuji, petani mengaku mengalami peningkatan produktivitas panen yang signifikan setelah memanfaatkan pupuk hayati cair tersebut.
“Berdasarkan pengakuan petani, produktivitas panen meningkat antara 15 hingga 30 persen. Selain meningkatkan hasil panen, PHC juga membantu menjaga kelembapan tanah sehingga tanaman lebih tahan menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau,” jelasnya.
Selain untuk tanaman padi, PHC juga dapat digunakan pada berbagai komoditas pertanian lainnya. Keunggulan tersebut membuat program ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus menjaga kualitas lahan pertanian dalam jangka panjang.
Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Lampung saat ini menempati peringkat keenam sebagai daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. Produksi beras daerah ini bahkan telah mengalami surplus dan menjadi pemasok kebutuhan pangan bagi sejumlah provinsi di Indonesia.
Elvira menegaskan bahwa Program Desaku Maju melalui PHC merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan desa-desa yang lebih maju melalui sektor pertanian,” tegasnya.
Dengan dukungan teknologi pertanian ramah lingkungan dan peningkatan kapasitas petani melalui bimbingan teknis, Pemprov Lampung optimistis sektor pertanian akan semakin produktif dan menjadi penggerak utama ekonomi pedesaan. (*).






