Mantan Kapolda Lampung Helmy Santika Resmi Sandang Pangkat Komjen Pol
BANDAR LAMPUNG — Rekam jejak panjang menangani berbagai perkara besar mengantarkan mantan Kapolda Lampung, Helmy Santika, meraih pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol). Kenaikan pangkat bintang tiga yang diterimanya pada Selasa (30/6) menjadi puncak perjalanan lebih dari tiga dekade sebagai penyidik yang dikenal menangani kasus-kasus berprofil tinggi.
Lulusan Akademi Kepolisian 1993 itu menjadi satu dari empat perwira tinggi Polri yang memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komjen Pol tahun ini. Saat ini Helmy mengemban amanah sebagai Perwira Tinggi Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri setelah sebelumnya memimpin Polda Lampung selama hampir dua tahun.
Karier Helmy dibangun dari dunia reserse. Ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasubdit Resmob dan Jatanras Polda Metro Jaya, Kapolresta Barelang, Direktur Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau, hingga Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.
Sepanjang pengabdiannya, Helmy tercatat menangani sejumlah perkara yang menyita perhatian nasional, di antaranya kasus pembunuhan berantai Ryan Jombang, pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, perkara korupsi Gayus Tambunan, penangkapan John Kei, hingga pengungkapan berbagai jaringan perdagangan orang dan narkotika lintas negara.
Saat menjabat Kapolda Lampung, salah satu prestasi paling menonjol ialah keberhasilan mengungkap jaringan narkotika internasional yang dikendalikan Fredy Pratama. Di bawah kepemimpinannya pula, pengamanan Pemilu dan arus mudik di Lampung berlangsung kondusif.
Selain dikenal sebagai penyidik, Helmy juga dinilai memiliki kepedulian sosial. Sejumlah komunitas pendamping pasien di Lampung menyebut ia kerap membantu masyarakat yang membutuhkan, mulai dari dukungan pengobatan hingga kunjungan langsung kepada keluarga pasien.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi dan kinerja para perwira tinggi.
“Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Trunoyudo.
Menurutnya, Polri berharap para perwira tinggi yang menerima kenaikan pangkat mampu memperkuat transformasi Polri Presisi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas. (*).






