INFLASI LAMPUNG 2,46 PERSEN, MASIH TERJAGA

BI: Tekanan Harga Terkendali, Risiko Global dan Cuaca Tetap Diwaspadai

BANDAR LAMPUNG – Inflasi tahunan Provinsi Lampung pada Juni 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran nasional. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Lampung tercatat 2,46 persen (year on year/yoy) atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,34 persen (yoy). Sementara secara bulanan, inflasi mencapai 0,55 persen (month to month/mtm), melambat dibandingkan Mei 2026 sebesar 0,82 persen (mtm).

Kenaikan harga pada Juni terutama dipicu oleh kelompok transportasi, khususnya penyesuaian harga BBM non-subsidi yang berlaku sejak 10 Juni 2026. Selain itu, komoditas pangan seperti bawang merah, tomat, bawang putih, dan minyak goreng turut menyumbang inflasi akibat gangguan pasokan dan faktor cuaca.

Di sisi lain, tekanan inflasi berhasil diredam oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, daging ayam ras, dan nugget yang mengalami penurunan harga karena meningkatnya pasokan dan normalisasi permintaan pasca-Iduladha.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menegaskan bahwa kondisi inflasi Lampung masih berada pada level yang sehat dan terkendali.

> “Inflasi Provinsi Lampung pada Juni 2026 tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui strategi 4K agar stabilitas harga tetap terjaga sekaligus mendukung daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Bimo Epyanto.

Meski demikian, BI mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diantisipasi hingga akhir tahun, mulai dari potensi kenaikan harga BBM akibat gejolak geopolitik dunia, fluktuasi nilai tukar, gangguan pasokan gula dan petrokimia, hingga ancaman cuaca ekstrem serta potensi El Nino lemah yang dapat mengganggu produksi hortikultura dan tanaman pangan.

Untuk menjaga inflasi tetap terkendali, BI bersama TPID Lampung memperkuat strategi 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Langkah yang dilakukan antara lain operasi pasar beras, penguatan kerja sama antardaerah penyedia komoditas pangan, peningkatan distribusi pangan, hingga pemanfaatan sistem informasi pangan berbasis digital guna mempercepat pengambilan kebijakan pengendalian inflasi.

Dengan berbagai langkah tersebut, Bank Indonesia optimistis inflasi Lampung hingga akhir 2026 tetap berada dalam target 2,5 ± 1 persen, sehingga stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *