5.000 Wartawan dan Kontingen Bakal Serbu Lampung, Rp5 Miliar Uang Segar Ditargetkan Berputar
BANDARLAMPUNG — Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 dan Hari Pers Nasional (HPN) 2027 di Lampung diproyeksikan menjadi momentum besar bukan hanya untuk mengejar prestasi olahraga, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dan mempromosikan pariwisata daerah.
PWI Lampung memasang target besar. Sebagai tuan rumah, kontingen Lampung diharapkan mampu memperbaiki posisi dari peringkat ketujuh pada Porwanas sebelumnya sekaligus menembus tiga besar. Bahkan, peluang menjadi juara umum mulai dibidik.
Futsal menjadi salah satu cabang olahraga yang diprioritaskan untuk mendulang medali emas. Rekam jejak dua Porwanas terakhir menjadi modal kuat. Tim futsal Lampung selalu menembus partai final di Kalimantan Timur dan Malang, namun harus puas membawa pulang medali perak.
Kini, tampil di kandang sendiri, target dinaikkan.
Ketua Harian Porwanas 2027, Supriyadi Alfian, mengatakan PWI Lampung tengah melakukan seleksi untuk membentuk tim terbaik. Dua tim futsal disiapkan, masing-masing kategori usia 27-39 tahun dan 40 tahun ke atas.
“Target kita tentu ingin kembali bersaing memperebutkan medali dan mengukir prestasi terbaik. Mudah-mudahan futsal bisa meraih gelar juara,” kata Supriyadi, Sabtu (8/8/2026).
Porwanas 2027 akan mempertandingkan 13 cabang, terdiri atas 11 cabang olahraga, karaoke, dan karya jurnalistik. Dari seluruh cabang tersebut diperebutkan 71 medali emas.
Seleksi sejumlah cabang telah dimulai, antara lain futsal, catur, domino, tenis meja, dan karaoke. Tujuh cabang lainnya akan menyusul. Seluruh penanggung jawab cabang diminta segera meningkatkan intensitas latihan setelah proses seleksi selesai.
Selain futsal, PWI Lampung menilai mini soccer, biliar, dan karaoke memiliki peluang besar menyumbangkan medali. Karaoke bahkan menyediakan enam medali untuk diperebutkan.
5.000 ORANG, RP5 MILIAR BERPUTAR
Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, menegaskan kesuksesan Porwanas dan HPN 2027 tidak hanya diukur dari penyelenggaraan dan prestasi, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.
Persiapan telah dilakukan sejak tiga bulan terakhir melalui koordinasi intensif dengan PWI Pusat dan berbagai pemangku kepentingan, mulai Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri hingga Kejaksaan.
Sekitar 5.000 wartawan dan kontingen dari seluruh Indonesia diperkirakan hadir di Lampung.
Jumlah tersebut diyakini menjadi peluang besar bagi sektor ekonomi daerah, terutama perhotelan, kuliner, transportasi dan pusat oleh-oleh.
PWI Lampung bahkan telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung untuk mengantisipasi kebutuhan akomodasi selama rangkaian kegiatan.
“Jika satu jurnalis mengalokasikan dana minimal Rp1 juta saja, setidaknya ada putaran uang segar sebesar Rp5 miliar yang mengalir di masyarakat Lampung selama acara berlangsung,” ujar Wirahadikusumah.
PARIWISATA IKUT DIANGKAT
Efek berganda tidak berhenti pada sektor ekonomi. HPN dan Porwanas juga diproyeksikan menjadi panggung promosi wisata Lampung ke tingkat nasional.
Lomba Karya Jurnalistik yang mencakup foto, video dan penulisan feature akan mendorong ribuan peserta mengeksplorasi destinasi wisata, budaya serta kearifan lokal Lampung.
Karya-karya tersebut selanjutnya berpotensi dipublikasikan melalui berbagai media nasional sehingga destinasi Lampung semakin dikenal luas.
TUAN RUMAH, TARGET TIGA BESAR
Wirahadikusumah mengatakan, sebagai tuan rumah, Lampung harus mampu menunjukkan prestasi lebih baik.
“Kami berharap minimal bisa masuk tiga hingga lima besar. Sangat bersyukur jika berkat perjuangan dan doa bersama kita mampu keluar sebagai juara umum,” kata Wirahadikusumah.
Porwanas 2027 dijadwalkan dibuka 5 April 2027 di Stadion Pahoman, Bandarlampung. Sementara puncak HPN 2027 dijadwalkan berlangsung 12 April 2027 dan direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia.
HPN 2027 akan menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya Lampung dipercaya menjadi tuan rumah. Sementara bagi Porwanas, Lampung kembali menjadi tuan rumah setelah terakhir kali menggelarnya pada 1993.
PWI Lampung mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan bersama-sama memastikan Lampung sukses sebagai tuan rumah, sukses meraih prestasi, sekaligus sukses menghadirkan manfaat ekonomi dan promosi wisata bagi daerah. (*).






