Buka PKKMB 2026, RZ Abdul Aziz Tekankan Karakter, Potensi dan Adaptasi Jadi Kunci Sukses 1.334 Mahasiswa Baru
BANDAR LAMPUNG — Jangan hanya mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)! Pesan tegas itu disampaikan Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Rabu (2/9/2026).
Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Rektor mengingatkan bahwa nilai akademik bukan satu-satunya tiket menuju kesuksesan di dunia kerja.
“Ketika Anda mencari kerja kelak, IPK itu berada di urutan kedua. Urutan utamanya adalah bagaimana karakter Anda dan seberapa jauh potensi diri yang bisa ditunjukkan,” tegas RZ Abdul Aziz.
Sebanyak 1.224 mahasiswa baru jalur reguler mengikuti PKKMB gelombang pertama. Sementara total mahasiswa baru IIB Darmajaya tahun akademik 2026/2027 mencapai 1.334 orang.
Sebanyak 110 mahasiswa dari jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Kelas Karyawan dan Pascasarjana akan mengikuti PKKMB gelombang kedua pada 12 September 2026.
KULIAH BUKAN SEKADAR KUMPULKAN NILAI
Menurut Rektor, masa kuliah harus dimanfaatkan mahasiswa untuk membangun karakter, mengasah kepemimpinan, memperluas jejaring serta menemukan dan menunjukkan potensi diri.
Karena itu, mahasiswa baru didorong tidak hanya aktif di ruang kuliah, tetapi juga berani mengambil berbagai kesempatan di lingkungan kampus.
“Manfaatkan organisasi kemahasiswaan di kampus ini untuk mengasah jiwa kepemimpinan serta adaptif,” pesannya.
RZ Abdul Aziz juga menitipkan tiga bekal utama kepada mahasiswa baru: gunakan waktu untuk belajar dan berkarya, miliki mental pantang menyerah, serta jadilah pribadi yang adaptif dan berwawasan global.
Pesan tersebut sejalan dengan arah pengembangan IIB Darmajaya yang menempatkan kompetensi, pengalaman dan pembentukan karakter sebagai bagian penting dari pendidikan tinggi.
DARMAJAYA PERKUAT STATUS KAMPUS UNGGUL
Ketua Yayasan Alfian Husin, Ary Meizari Alfian, S.E., M.B.A., mengatakan perjalanan lebih dari 29 tahun IIB Darmajaya terus diwarnai berbagai capaian akademik dan pengembangan institusi.
Saat ini, IIB Darmajaya telah memiliki empat program studi berakreditasi Unggul.
Penguatan akademik juga ditandai dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom., sebagai guru besar informatika pertama perguruan tinggi swasta di Lampung.
“Kami juga resmi membuka Program Doktoral (S3) Ilmu Informatika, yang merupakan satu-satunya program S3 Informatika di PTS se-Sumatra,” ujar Ary.
Kampus juga memperkuat ekosistem pembelajaran melalui digital learning, laboratorium data science hingga pusat riset kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
MAHASISWA DIBEKALI PENGALAMAN GLOBAL
Tak hanya di dalam negeri, mahasiswa IIB Darmajaya juga mendapat peluang memperluas pengalaman internasional melalui program student mobility dan student exchange ke luar negeri selama satu hingga dua semester tanpa tambahan biaya kuliah.
Wajah internasional kampus tersebut juga terlihat dari keberadaan mahasiswa asing yang berasal dari Rusia, Chad, Madagaskar, Palestina, Thailand hingga Malaysia.
Di sisi lain, identitas IIB Darmajaya sebagai kampus kewirausahaan terus diperkuat. Kampus tersebut juga meraih Hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kemdiktisaintek/LLDikti Wilayah II.
Berbagai fasilitas, program internasional dan penguatan kewirausahaan itu menjadi bagian dari strategi kampus dalam menyiapkan lulusan menghadapi dunia kerja serta perubahan industri yang bergerak cepat.
BIDIK PTS TERBAIK DI SUMATRA
Ary menegaskan dukungan fasilitas dan komitmen beasiswa menjadi bagian dari strategi besar IIB Darmajaya.
Kampus menargetkan diri menjadi PTS terbaik di Sumatra sekaligus masuk jajaran 50 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Di tengah target tersebut, pesan Rektor kepada 1.334 mahasiswa baru menjadi fondasi penting: kuliah bukan sekadar mengejar angka di transkrip, tetapi membangun karakter, kompetensi, jejaring dan keberanian menghadapi perubahan.
IPK penting, tetapi karakter dan potensi diri menjadi bekal utama untuk memenangkan persaingan dunia kerja. (*).






