Koordinasi BMKG–Basarnas, Masker dan Kacamata Disarankan — Pemprov Diminta Aktifkan Posko Siaga
BANDAR LAMPUNG — Anggota DPR RI Komisi V, Drs. H. Mukhlis Basri, meminta masyarakat Provinsi Lampung tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang terdeteksi hingga sejumlah wilayah Lampung.
Permintaan tersebut disampaikan Mukhlis Basri setelah melakukan koordinasi dengan BMKG dan Basarnas terkait perkembangan aktivitas vulkanik serta potensi dampaknya terhadap masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Lampung, Minggu (6/9/2026).
Mukhlis mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari BMKG dan PVMBG, kolom abu vulkanik terbawa angin ke arah barat daya sehingga berpotensi memengaruhi sejumlah wilayah Lampung bagian selatan dan timur.
“Sebagai wakil rakyat di Komisi V yang membidangi kebencanaan dan mitigasi, kami terus memantau perkembangan Anak Gunung Krakatau. Berdasarkan data BMKG dan PVMBG, kolom abu memang terbawa angin ke arah barat daya hingga terasa di wilayah Lampung bagian selatan dan timur,” ujar Mukhlis.
EMPAT LANGKAH UNTUK WARGA
Politisi asal Lampung itu meminta masyarakat tidak panik dan mengutamakan informasi resmi dari lembaga berwenang. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Pertama, masyarakat diminta tetap tenang namun waspada serta mengikuti perkembangan dari BMKG, PVMBG, BPBD dan pemerintah daerah.
Kedua, warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker dan kacamata, terutama anak-anak, lansia, serta kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan.
Ketiga, masyarakat diminta melindungi sumber air dan ternak dengan menutup tempat penampungan air serta menjaga pakan ternak agar tidak terpapar abu vulkanik.
Keempat, khusus warga di kawasan pesisir Selat Sunda, Mukhlis meminta masyarakat menyiapkan tas siaga bencana dan mengenali jalur evakuasi tsunami sebagai bagian dari kesiapsiagaan.
“Komisi V DPR RI mendukung penuh langkah cepat BMKG dalam memberikan peringatan dini dan Basarnas yang sudah menyiagakan personel di titik-titik rawan. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegasnya.
PEMDA DIMINTA AKTIFKAN POSKO
Mukhlis juga mendorong pemerintah daerah di Lampung segera memperkuat koordinasi lintas sektor. Pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota diminta mengaktifkan posko siaga serta memperluas sosialisasi kepada masyarakat, khususnya desa-desa yang berpotensi terdampak abu.
Di sektor infrastruktur, ia mendorong Kementerian PUPR menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik, terutama pada jaringan drainase dan sumber air baku.
Sementara Kementerian Perhubungan diminta terus memantau kondisi dan keselamatan pelayaran di kawasan Selat Sunda.
“Kita harus belajar dari erupsi sebelumnya. Mitigasi dan kesiapsiagaan adalah kunci. Pemerintah pusat dan daerah harus hadir melindungi rakyat,” kata Mukhlis.
Ia menegaskan, perkembangan aktivitas Anak Gunung Krakatau harus terus dipantau secara bersama-sama. Masyarakat juga diminta menjadikan kanal resmi pemerintah sebagai rujukan utama agar tidak terjadi kepanikan akibat informasi yang tidak benar. (*).






