LAMPUNG SELATAN – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bergerak cepat menghadapi wabah virus corona di Provinsi Lampung.
Orang nomor satu di Sai Bumi Ruwa Jurai itu bakal menerapkan 3 langkah antisipatif.
Tiga langkah antisipasi itu, yaitu pertama antisipasi penumpang yang berasal dari Bandara Raden intan II, kemudian penumpang di Pelabuhan Bakauheni, dan juga kesiapan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek.
“Saya tidak ingin cerita dan hanya laporan, tapi saya ingin membuktikan kerja nyata. Semua Provinsi mendapat perhatian, khususnya Lampung yang sangat dekat dengan Jakarta dan memiliki masyarakat yang beragam. Sehingga mendapat perhatian khusus dari Mendagri,” tegas Gubernur Arinal, saat melakukan peninjauan kesiapan di Bandara Raden Intan II, Lampung Selatan, kemarin.
Usai dari Bandara Raden Intan II, Gubernur Arinal langsung berkunjung ke Rumah Sakit Abdoel Moloek (RSUDAM) guna memastikan kesiapan jika menghadapi penanganan kasus virus Novel Corona (2019-nCoV).
Menurut Gubernur, RSUDAM telah miliki fasilitas yang lengkap jika menghadapi penyebaran virus yang tergolong baru tersebut. “Berkaitan dengan penangananan dalam menangani virus, ternyata RSUDAM sudah memiliki kesiapan 5 unit kamar isolasi. Bukan karena virus corona ini saja, namun sebelumnya pada kasus flu burung pun RSUD Abdoel Moloek sudah memiliki beberapa peralatan canggih,” ujar Arinal.
Arinal menyampaikan langkah yang akan langsung diambil oleh Pemprov yakni, segera berkoorisnasi dan mengumpulkan seluruh Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala RSUD seluruh Kabupaten/Kota dan semua RS Swasta yang ada di Bandar Lampung untuk membahas langkah langkah kongkrit antisipasi, pencegahan dan penanganan terhadap virus corona.
“Saya juga akan terus memonitor perkembangan permasalahan ini di Provinsi Lampung, untuk menentukan langkah-langkah strategis lainnya jika dibutuhkan,” ujarnya.
Gubernur Arinal menyampaikan apresiasi kepada pihak Bandara, pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan yang sudah memiliki koordinasi. “Bagaimanapun bentuknya bahwa Provinsi Lampung ini termasuk wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus. Oleh karena itu kunjungan saya ke bandara sudah terpasang thermal scanner yaitu alat untuk mendeteksi suhu tubuh, jika suhu tubuh melebihi 38 derajat celcius maka akan dilakukan pengecekan lebih lanjut,” ujar Arinal
Seperti diketahui, korban meninggal dunia akibat virus corona berjumlah lebih dari 56 orang. Virus ini mulanya berasal dari Wuhan, Hubei dan kemudian merebak ke wilayah China bahkan Asia Tenggara. Wabah virus ini pun belum diketahui secara jelas penularannya. Diduga penularannya dari hewan ke manusia.
Adapun gejala yang timbul akibat penyebaran virus ini adalah gejala demam, lemas, batuk kering, sesak nafas/kesulitan bernapas, demam lebih dari 38 derajat Celcius. Gejala ini diperberat jika penderita adalah usia lanjut dan mempunyai penyakit penyerta lainnya, seperti penyakit paru obstruktif menahun atau penyakit jantung.
Arinal menegaskan bahwa Provinsi Lampung tidak akan melakukan pelarangan bagi turis mancanegara yang datang ke Provinsi Lampung selama turis tersebut tidak terdeteksi gejala gejala dari virus corona.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana menyampaikan bahwa untuk menghindari penularan Virus ini masyarakat harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan mengantisipasi penyebaran virus ini, dengan cara yang sangat sederhana, yaitu berperilaku hidup bersih dan sehat dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Reihana.
Dia juga meminta masyarakat membudayakan mencuci tangan saat akan dan setelah melaksanakan aktivitas. Selain itu, makan makanan yang bergizi, bersih dan sehat serta istirahatlah yang cukup istirahat. “Insya Allah akan meminimalisir potensi penyebaran berbagai penyakit,” ujarnya.
Reihana juga menjelaskan beberapa gejala dari virus corona ini seperti flu biasa, demam, batuk disertai sesak nafas. “Kita harus mengetahui terlebih dahulu yang bersangkutan baru saja pergi dari negara tiongkok apa tidak, harus kita pantau selama 14 hari karena masa inklunasi virus ini 2-14 hari” jelas Reihana
Reihana mengatakan Dinas Kesehatan sudah menindaklanjuti surat Kementrian Kesehatan tentang anjuran yang diharuskan agar masyarakat tidak resah terhadap virus corona. “Kita harus menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, sering cuci tangan, jaga kondisi tubuh, dan yang paling penting walaupun tidak ada kasusnya di Lampung ini kita sudah siap,” ujarnya.
Seperti diketahui, novel coronavirus atau 2019-nCoV merupakan virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan. Novel coronavirus merupakan satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS.
Gejala virus corona atau 2019-nCoV akan menyerang pernapasan. Pasien yang positif terinfeksi virus corona memiliki gejala demam, batuk pilek, gangguan pernafasan, sakit tenggorokan, dan letih lesu.
Gejala virus corona akan muncul dalam 2 hingga 14 hari setelah pasien terpapar virus corona. Kesimpulan ini didasarkan pada masa inkubasi virus MERS.
Hingga saat ini, belum ada pengobatan atau vaksin yang direkomendasikan untuk mengatasi virus corona. Orang yang terinfeksi 2019-nCoV harus menerima perawatan intensif untuk membantu meringankan gejala virus corona. Jika gejala semakin parah, maka penderita harus segera mengunjungi layanan medis.
Saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi 2019-nCoV (corona virus) atau virus corona. Cara terbaik untuk mencegah infeksi adalah menghindari terkena virus ini.
Ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan setiap hari untuk menghindari penyakit akibat virus corona. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik; Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci; Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit; Tutupi batuk atau bersin dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah; Bersihkan dan disinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh.
Langkah-langkah tersebut sebaiknya dilakukan setiap hari untuk membantu mencegah penyebaran beberapa virus, termasuk corona virus. (dbs)






