// Dinkes Sigap Monitoring Masyarakat Terkait Covid-19 //
Bandarlampung – Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona di Provinsi Lampung berkurang. Dinas Kesehatan setempat merilis PDP Covid-19 kini berjumlah enam orang.
Sehari sebelumnya, PDP corona di Lampung mencapai delapan orang. Jumlah ini sudah termasuk dengan satu pasien positif Covid-19 asal Bandarlampung yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Bandarlampung.
Penurunan juga terjadi pada jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP). Per Minggu (22/3), jumlah ODP di provinsi ini mencapai 805 orang dari sebelumnya 842 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengungkapkan berkurangnya ODP karena adanya perubahan definisi operasional tentang orang dalam pemantauan.
“Perubahan itu dikarenakan Indonesia confirm Covid-19 pada tanggal 3 Maret 2020,” ujarnya di WAG Covid 19 Provinsi Lampung, kemarin.
Reihana menambahkan dua balita asal Bandarlampung yang berstatus PDP sudah dipulangkan karena dinyatakan negatif corona.
“Setelah dua kali pemeriksaan SWAB, hasilnya negatif semua. Dan sudah dipulangkan,” ucapnya.
Dsiampaikannya, Jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung juga terus melakukan monitoring dan tracking kepada masyarakat di Bumi Ruwai Jurai.
“Kita terus bekerja secara ikhlas meretas wabah ini. Masyarakat juga bantu kami untuk tetap dirumah lakukan self monitoring dan self isolation. Apabila merasa tidak sehat, segera lakukan pemeriksaan kepada petugas kesehatan,” kata dia.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung kembali merilis jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona (Covid-19) yang ada di Provinsi Lampung. Di mana dari total 8 orang PDP yang tercatat dibeberapa rumah sakit, 1 orang telah dinyatakan positif dan 2 orang lainnya dinyatakan negatif.
Jumlah ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana Sabtu (21/3) melalui pesan WhatsApp. Menurut Reihana, secara keseluruhan yang telah dinyatakan negatif 2 orang namun masih mendapatkan perawatan saat ini.
“Jadi saat ini ada delapan orang yang masuk PDP, dari jumlah ini satu orang sudah dinyatakan positif dan dua orang balita dinyatakan negatif. Meskipun negatif tapi masih mendapat perawatan untuk saat ini,” beber Reihana.
Dari delapan orang yang masuk dalam PDP, sebanyak enam orang berada di RSUDAM, kemudian satu orang di RS A. Dadi Tjokro Dipo Bandarlampung, dan satu orang lainnya berada di RSUD Pringsewu.
Saat ini sejumlah pasien yang mendapatkan perawatan juga sudah diambil swab tenggorokannya untuk dikirimkan ke Litbangkes untuk diketahui kondisinya. Dari keseluruhan yang masuk dalam PDP ini, tambah Reihana, tidak ada kaitannya dengan pasien pertama yang telah dinyatakan positif Covid-19.
“Semua (PDP) sudah di swab. (Kaitan PDP dengan pasien positif covid-19) tidak ada, yang di tracking dengan pasien no 1 semua sehat,” tambahnya.
Sementara dua balita yang telah dinyatakan negatif masih mendapatkan perawatan di RSUDAM. Dinkes masih harus menunggu hasil swab kedua kalinya untuk memastikan kondisi dua PDP tersebut benar-benar negatif. “Yang balita hasil negatif dan masih PDP, (diambil swab) dan sekarang nunggu hasil,” tambahnya.
Pada bagian lainnya, satu orang laki-laki yang dirawat di RS A. Yani Metro telah dipulangkan. Berdasarkan hasil swab yang telah dilakukan sebanyak dua kali mengunjukkan hasil negatif.
“Yang dipulangkan baru 1 yang di Metro, karena sudah sehat dan bukan PDP lagi. Dipulangkan karena Sudah ada hasil lab, sudah 2x negatif. Tapi tetap dengan edukasi harus self isolation di rumah selama 1 minggu,” tambahnya. (dbs)






