Pandemi Corona, Calonkada Masif Sosialisasi

BANDARLAMPUNG – Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak menyurutkan para bakal calon kepala daerah (balonkada) di Lampung untuk terjun turun sosialisasi ke masyarakat. Berbagai cara dilakukan guna menarik simpatik warga dengan dalih edukasi pecegahan wabah dari wuhan China itu.

Hal itu dapat dilihat dari pergerakan para bakal calon walikota Bandarlampung. Ada yang membagi-bagikan masker, seperti yang dilakukan bakal calon Walikota Firmansyah Alfian dan sang wakil Bustomi Rosadi.

Ada juga yang membagikan sembako, seperti yang dilakukan bakal calon Walikota Rycko Menoza kepada para warga di Telukbetung Timur (TbT) yang kebetulan juga sedang tertimba musibah banjir.

Kemudia ada yang melakukan penyemprotan disinfektan di pemikiman warga seperti yang dilakukan bakal calon Walikota M Yusuf Kohar beberapa kali melakukan penyemprotan disinfektan di pemikiman warga.

Selanjutnya bakal calon Walikota Ike Edwin yang melaksanakan kegiatan sosial kesehatan. Mulai dari senam bersama hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Bahkan sang wakil yang berprofesi sebagai dokter, Zam Zanariah khusus menyiapkan posko kesehatan bagi warga kota setempat.

Terakhir bakal calon Walikota Eva Dwiana yang sempat membagi-bagikan jamu (empon-empon) kepada warga kota setempat.

Akademisi politik asal Universitas Lampung (Unila), Toni Wijaya menilai, hal itu sah-sah saja. Menurutnya, hal itu masih terbilang wajar guna menarik simpatik warga.

“Jika bicara soal perpolitikan, hal yang sangat wajar bahwa isu yang berkembang dan kondisi ditengah-tengah masyarkat itu merupakan kendaraan yang paling mudah untuk dimanfaatkan,” kata Toni, kemarin.

Apalagi, sambung dia, kerja-kerja politik itu fasenya panjang. Sehingga tidak selalu indentik dengan pemilihan umum saja. “Kerja politik tidak harus berupa target yang bisa ditentukan bulan depan atau tahun depan,” ujarnya.

Maka semua pergerakan bacalonkada dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 merupakan hal yang wajar. Walau pun mungkin ada maksud tersirat di dalamnya. “Sebagai usaha untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas di tengah masyarakat pun itu tidak ada maslaah. Sepanjang tidak melewati aturan KPU, bahwa sekarang belum masanya kampanye. Karena secara resmi tahapan KPU belum dimulai,” paparnya.

Toni sepakat dengan ditundanya tahapan Pilkada 2020 demi menanggulangi Covid-19. Dia pun mengapresiasi semua pihak, termasuk para Bacalonkada yang turut berpartisipasi aktif dalam penanggulangan wabah yang mulai merebak sejak 2019 itu.

“Ini menjadi momentum untuk menjaga kontinuitas kehadiran Bacalonkada ditengah-tengah masyarakat. Sebab isu ini (covid-19) kan hanya variabel saja. Dia hampir sama dengan isu lainnya seperti jalan-jelan ke masjid kubah emas, isu bagi-bagi sembako, pengajian dan sebagainya,” bebernya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam ilmu psikologis dasar, memori masyarakat itu tergantuang siapa yang sering dilihatnya. “Kalau sebulan saja tidak nonogol, maka ingatan masyarakat (terhadap Bacalonkada) mulai memudar. Maka itulah mereka (Bacalonkada) banyak sibuk memasang poster dan sebagainya. Tujuannya untuk meningkatkan memori masyarakat,” jelasnya.

Terpisah, dikomandoi Rycko Menoza yang juga bakal calo walikota Bandarlampung, Keluarga Besar DPP Lampung Sai memberikan bantuan kepada korban banjir bandang di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Telukbetung Timur, Bandar Lampung, Kamis (02/04).

Bantuan yang diberikan berupa ratusan paket sembako yang berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, mie instan dan telur.

Rycko mengatakan, bantuan ini dikumpulkan dari sumbangan para pengurus dan anggota Lampung Sai sebagai bentuk keperdulian terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah.

“Saya beserta pengurus dan mewakili Ketua Umum DPP Lampung Sai Pak Sjachroedin ZP ikut prihatin dengan musibah ini, semoga bantuan ini bermanfaat,” kata Rycko. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *