Lampung Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar) akhirnya beri penjelasan terkait adanya bantuan sembako yang diterima masyarakat dengan kualitas tak pantas.
Penjelasan itu, diungkapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Sosial Lambar, M. Danang Hari Suseno saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu (10/6/2020).
“Kami telah turun ke gudang penyedia barang dan jasa. Pihak ketiga mengakui terdapat sebanyak 10 Ton beras yang rusak,” ujar Danang.
Menurutnya, Pemkab Lambar telah meminta komitmen pihak ketiga untuk mengganti sejumlah barang yang rusak yang dinilai tak layak konsumsi itu.
“Kami telah meminta pihak ketiga untuk memulangkan beras yang rusak dan diganti dengan yang baru, dan hari ini kami (Dinsos) lakukan survey kebawah untuk lakukan penarikan bantuan yang sudah diterima masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Danang juga mengatakan, pihaknya siap menerima pengaduan masyarakat jika ada bantuan yang diterima dinilai tak layak konsumsi.
“Kami menerima laporan jika ada beras yang diterima KPM tak layak konsumsi, silahkan laporkan disertakan identitas penerima dan barang bukti. Nanti akan diganti,” ujarnya.
Kemudian Danang menjelaskan, total penerima bantuan paket sembako di Lambar tersebut sebanyak 35 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Setiap KPM menerima bantuan paket sembako berupa 10 Kg beras dan empat kaleng sarden. Program Pemkab itu menelan dana Rp8,1 miliar. Pendistribusian harus rampung Juni 2020,” jelas dia.
Sementara itu, pihak ketiga, Aho Wijaya, saat ditemui di gudang penyimpanan beras, membenarkan adanya sekitar 10 Ton beras rusak. Dikatakan, pendistribusian beras tak yang berjamur itu bukan faktor kesengajaan.
Sebab, beras yang tak layak sudah dipisahkan. Namun, saat memuat ke kendaraan saat akan didistribusikan terjadi salah angkut. Dan ia juga menyebut jika beras yang tak layak konsumsi telah dipisahkan.
“Sebenarnya beras yang rusak sudah dipisahkan dengan yang layak. Namun, terjadi salah angkut saat akan didistribusikan. Itu baru disadari setelah pendistribusian, karena memang pendistribusian cukup padat,” aku Aho.
Terkait beras yang terlanjur didistribusikan pihaknya bersedia mengganti dengan beras yang layak.
“Iya, kami akan mengganti barang yang rusak. Karena ini bukan faktor kesengajaan,” pungkasnya. (Ade Irawan)






