// Andy Surya Legowo, Kherlani Akui Sudah Mundur //
Bandarlampung – Langkah pencalonan dua kader Partai Golkar, Andi Surya dan Kherlani, pada pilkada serentak Desember 2020 mendatang harus terhenti. Pasalnya, keduanya tak mendapat restu partai beringin indah.
Diketahui, Andi Surya mencalonkan diri sebagai bakal calon walikota Metro. Sedangkan, Kherlani maju sebagai bakal calon bupati Pesibar. Keduanya juga diusulkan ke DPP oleh DPD I Partai Golkar Lampung untuk mendapat restu Ketum Airlangga Hartarto.
Namun, kemarin, Partai Golkar sudah memutuskan untuk mengusug pasangan Ampian Bustami – Rudi Santoso di pilkada Kota Metro. Dan pilkada Pesibar, Partai Golkar lebih memilih mengusung pasangan Pieter – Fahrurrazi yang notabenene keduanya bukan kader internal.
Menanggapi hal tersebut, Andi Surya yang juga Wakil Ketua DPD Golkar Lampung ini mengaku legowo dan menerima keputusan dari DPP Partai Golkar. “
“Kita menghormati keputusan DPP Partai Golkar. Tentu saya menerima dengan legowo karena itu kewenangan mereka. Semoga yang mendapat rekomendasi dapat memenangkan pilkada dan membawa visi misi Partai Golkar untuk mensejahterakan rakyat,” ujarnya, kemarin.
Ketua Yayasan Global Surya itu pun akan fokus, kembali ke dunia pendidikan. “Saya fokus mengurus pendidikan (kampus Umitra dan sekolah Global Surya) saja. Mengurus keluarga serta bisnis-bisnis lain di luar Lampung,” tukasnya.
Terpisah, Kherlani mengaku telah mundur dari pencalonan sebagai bakal calon bupati Pesibar. Karena, masih kata dia, Pesibar sudah ada calon putra daerah yang mempuni untuk memimpin Pesibar.
“Jadi saya tidak meneruskan proses politik untuk pilkada di Pesbar dinda,” ujarnya.
Dirinya pun juga menepis kabar jika dirinya disiapkan untuk menjadi Penjabat (Pj) Bupati Pesibar jika Agus Istiqlal nanti cuti kampanye.
“Ya nggak bisa lah. Saya kan sudah resmi berhenti dari ASN. Terlabih saya juga tadi sudah pakai seragam Golkar. Nggak mungkin dong ASN pakai baju seragam partai,” tukasnya. (cah)






