Taman Muara Indah Terkesan Jorok Tidak Seindah Namanya

Tanggamus- Taman Muara Indah (TMI) yang terletak di Keluraha Baros, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus ini terkesan masih semraut dalam pengelolaannya, terutama dibidang kebersihan. Sementara TMI itu salah satu pendukung kawasan wisata di Kabupaten Begawi Jejama ini.

Pasalnya, masih banyak sampah berserakan disekitar area taman dan di depan  taman, sehingga merusak keindahan lokasi taman wisata itu sendiri.
Namun ironisnya, sampah-sampah ini seolah dibiarkan saja oleh pengelola, bukannya di besrsihkan, malahan sampah para pedagang dan sampah tanam tumbuh yang ada di taman tersebut, dibuang tepat di depan taman yang menjadi andalan wisata masyarakat Tanggamus.
Menurut Herman. Z, warga RT 09, Kelurahan Baros, pembuangan sampah didepan taman sudah berjalan sejak lama, namun masyarakat dan dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk menegur atau memberikan saran. Sementara sampah-sampah dari TMI tersebut sangat mengganggu dan merusak keindahan pantai serta taman itu sendiri.
“Ya, seharusnya pihak pengelola peka tetang kebersihan suapaya menarik wisatawan. Tapi pengelola dan kebersihan taman malah membuang sampah di depan taman, sementara anggaran untuk bersihan kan ada,” kata Herman, saat dikonfirmasi di lokasi, Minggu, (15/11).
Ditambahkan Herman, untuk pengelolaan TMI itu terutama sampah dan keamanannya sudah menjadi tanggung jawab pengelola taman, tapi kenapa sampah-sampah taman dan pedagang harus dibuang di depan taman, sementara para pedagang sudah dimintai kontribusinya dengan kisaran 5 ribu samapai 15 ribu rupiah, untuk uang keamanan dan kebersihan.
“Semua mungkin ada anggarannya untuk kebersihan, tapi kok sampah dibuang didepan taman, itu sangat mengganggu masyarakat terutama prngunjung. Kalau lewat situ seperti takut kecucuk paku atau beling, dan harusnya taman itu bersih dan indah bukan banyak sampah,” tandasnya.
Hal senada juga dikatakan, roni warga Negri ratu, bahwa dirinya dan rekan-rekan para nelayan setempat, sering membakar sampah yang dibuang oleh pengelola kebersihan TMI setempat, karena selain mengganggu para pengunjung juga mengganggu nelayan-nelayan yang akan melaut.
“Kami sering membakar sampah-sampah itu, karena menganggu, tapi kok malah terus menerus dibuang disitu lagi, sering juga tanya kenapa dibuang disitu, kata petugas kebersihan disuruh sama pengelolanyaa buang disitu,” ucap roni.
Salah seorang warga setempat, Zen  pemilik warung diluar area taman, mengatakan sangat terganggu dengan sampah-sampah tersebut, selain berserakan dan menimbulkan aroma yang tidak sedap dan sangat menganggu kenyamanan. Dirinya dan ibu-ibu masyarakat sekitar taman sering memperingatkan petugas kebersihan taman jangan membuang sampah dibelakang atau di depan taman karena terlihat jorok dan bau. Tapi mereka tidak mengubris atau mendengar keluhan masyarakat, malah mengatakan itu perintah dari pengelola.
 “Saya sudah sering menegur orang kebersihan taman, yang buang sampah disitu, kenapa kok buang sampah disitu, tapi kata petugas kebersihan pengelolanya yang nyuruh buang sampahnya di depan taman,” kata dia.
Sementara petugas kebersihan taman saat dikonfirmasi di lokasi, mengatakan sampah tersebut memang sampah dari TMI, yang mereka kumpulkan setiap harinya, kemudian dibuang di depan taman. “Kami hanya pekerja kebersihan pak, pengelola (junet) yang nyuruh buang disini,” singkat mereka ber dua, yang tak mau disebut namanya tersebut. (ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *