Dimosi, TEC Membantah

Lamsel – Jelang hari pencoblosan pilkada, calon bupati Lampung Selatan (Lamsel) Tony Eka Candra (TEC) diterpa kabar tak sedap. Ketua DPD II Golkar Lamsel ini dimosi tidak percaya lebih dari separuh Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar setempat.

Mosi tersebut berujung pengalihan dukungan dari paslon yang diusung partai Beringin itu ke paslon nomor urut 3 Hi Hipni SE – Melin Haryani Wijaya (Himel). Sementara TEC melalui timnya membantah segala tudingan yang dilontarkan PK Golkar Lamsel itu.

Ketua PK Katibung, Jauhari mewakili PK-PK lainnya menyampaikan, ada 4 poin ketidakpercayaan pihaknya terhadap kepemimpinan TEC.

Sehingga, masih kata dia, pihaknya memutuskan melakukan Mosi tidak percaya dan mengalihkan dukungan ke bapak Hipni.

“Untuk diketahui, saya tegaskan gerakan kami murni inisiatif pribadi kami masing-masing tanpa ada rekayasa politis apapun. Saya PK Katibung, bersama 11 PK lainnya serta 1 organisasi sayap (AMPI) bersama-sama merasakan ketidaknyamanan atas kepemimpinan TEC di Golkar Lampung Selatan,” kata Jauhari usai menyerahkan surat Mosi di sekretariat DPD I Golkar Lampung di bilangan Pahoman Bandarlampung, kemarin.

Empat poin itu, terus Jauhari, yang pertama adalah pihaknya selaku PK tidak pernah diberdayakan, kedua sebagai ketua PK kabinet periode TEC, secara resmi kami belum pernah dilantik. Ketiga, janji TEC untuk memberikan dana insentif bagi PK sebesar Rp1 juta perbulan tidak pernah terealisasi. Dan yang terakhir, selaku Ketua DPD Golkar Lampung Selatan, TEC pernah meminta para PK untuk menalangi dana pembentukan Pengurus Desa (PD) Partai Golkar sebanyak 29 orang pengurus di setiap desa.

“Janjinya dana talangan pembentukan PD itu akan segera diganti. Namun hingga kini, malah tidak jelas juntrungannya. Begitu pun dengan dana insentif Rp1juta perbulan, beliau (TEC) sendiri yang berjanji menawarkan bukan karena kami yang meminta. Hal itu disampaikan oleh TEC saat kami sedang kumpul di kantor DPD I Golkar Lampung,” beber Jauhari seraya diamini oleh ketua PK lainnya.

Untuk pengalihan dukungan, masih kata Jauhari, pertimbangan pihakny ke paslon Himel adalah, pertama Hipni merupakan kader Golkar tapi diusung partai lain (PAN, Gerindra, PKB).

“Selain itu kami menilai pak Hipni paling konsisten dari semua calon. Program kerja jelas, realistis. Pak Hipni dan bu Melin, keduanya asli warga Lampung Selatan. Secara pribadi, kami sudah saling mengenal sejak lama dengan pak Hipni. Ditambah lagi, bu Melin adalah istri dari pak Eky Setyanto mantan wakil bupati yang kami mengenal jejak rekamannya,” jelasnya.

Lebih dari itu, Jauhari mengungkapkan masalah pencalonan TEC dalam pilkada yang berujung menjadi beban PK terhadap massa binaan. Dikatakan Jauhari, dia memilih untuk membangkang perintah partai daripada mendapatkan cemoohan masyarakat.

“Terakhir, saya diminta untuk mendampingi kampanye pak TEC di Katibung dengan jurkam pak Agus Sutanto. Namun, begitu tahu kondisinya seperti itu, alhasil saya tegaskan saya menolak mendampingi  acara kampanye kalau kondisinya seperti itu, bahwa masyarakat yang dikumpulkan tidak diberi air minum, snack makanan kecil dan dana transportasi. Daripada saya yang jadi malu, jadi bulan-bulanan masyarakat,” ketus Jauhari.

Dari pantauan, 11 PK yang ikut menandatangani mosi tak percaya tersebut masing-masing PK Kalianda, Muksin. Penengahan Sharudin. Katibung Jauhari. Bakauheni A.Yani. Rajabasa, Agustiar. Waypanji Teguh Suparman. Sidomulyo Harkimah/Wancik. Palas, Habibuloh. Sragi, Iwan Kuswara. Ketapang, Lukman Hasan. Natar, Aryanto.Sekretaris AMPI, Rahman Nuryansah.

Terpisah, Ketua Tim Kerja Pemenangan 02 Tony – Antoni yang juga Ketua Harian DPD II Partai Golkar Lamsel, Agus Sutanto membantah semua mosi yang dilayangkan sejumlah PK Golkar tersebut. Menurutnya, pernyataan yang disampaikan adalah tidak benar.

Disampaikannya, berdasarkan AD/ART partai, PK adalah pengurus jajaran Partai Golkar tingkat kecamatan. “Secara logika, tidak mungkin dong PK tidak diperdayakan, apalagi mereka salah satu unsur partai,” kata dia.

Dicontohkannya, salah satu PK diberdayakan adalah Partai Golkar Lamsel telah melakukan konsolidasi partai dan bergerak menginstruksikan PK untuk menjalankan tugas partai. “Jadi kalau ada PK yang dia tidak diberdayakan, justru PK itu tidak punya loyalitas terhadap partai, kita malah mempertanyakan loyalitas PK itu kepada partai,” jelasnya.

Terkait penggantian dana talangan pembentukan PD, Agus juga membantahnya. Menurutnya, tidak pernah ada komitmen seperti itu. “Jadi ini nggak bener,” ucapnya.

Kemudian terkait janji insentif Rp1 juta perbbulan, menurut Agus hal itu meruapakan kewenangan partai dan bukan suatu keharusan. “Dan ini disesuaikan dengan kemampuan partai. Ini hanya penghargaan partai untuk jajaran pengurus, untuk PK, karena PK ini kan bagian dari lembaga partai,” jelasnya.

Kendati demikian, Agus tak mengelak terkait belum dilantiknya PK Golkar se-Lamsel. Dirinya berdalih belum dilantiknya PK dikarenakan masih disibukkan dengan agenda pilkada Lamsel 2020.

“Pelantikan ini diagendakan oleh partai. Kemungkinan pelantikan nanti setelah pilkada. Tapi untuk SK nya semua sudah clear, ini tinggal pengukuhannya saja,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Partai golkar punya AD/ART dan juga instruksi dari DPP yang ditandatangani oleh Ketua Umum. Dimana, kata dia, diinstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus partai, kader partai, fungsionaris partai untuk mengamankan keputusan DPP serta berjuang dan memenangka calon yang diusung oleh Partai Golkar

“Jadi sudah harga mati bagi kami selaku kader dan pengurus partai untuk memenangkan calon yang di usung partai golkar, dan apabila ada jajaran pengurus partai yang tidak tegak lurus dengan keputusan partai maka pasti akan kita berikan tindakan tegas sesuai dengan AD/ART dan intruksi DPP,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD 1 Partai Golkar Lampung Ismet Roni mengaku belum mendapatkan informasi kongkrit, bisa dipercaya, terkait 11 pengurus kecamatan (PK) alihkan dukungan dari Toni Eka Candra-Antoni Imam kepada Hipni–Melin Haryani Wijaya (Himel).

“Sampai saat ini, saya belum menerima informasi yang kongkrit. Saya masih menunggu informasi yang bisa saya percaya,” ujarnya.

Dia mengaku masih menunggu informasi dari jajaran DPD 2 Partai Golkar Lampung Selatan. “Saya masih menunggu jajaran DPD 2 Golkar Lampung Selatan. Sabar ya, ini lagi nunggu,” ujarnya. (cah)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *