WALHI: Usut Pencemaran Perairan di Teluk Lampung

Bandarlampung – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung meminta pemerintah dan aparat kepolisian mengusut tercemarnya perairan di Lampung oleh material berwarna hitam, yang diduga aspal dan minyak.

Pencemaran yang telah terjadi selama lebih dari sepekan di sepanjang perairan Pesisir Teluk Lampung itu hampir mirip dengan tumpahan minyak di Pantai Timur Lampung pada 2020 lalu.

Direktur Eksekutif Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, mengatakan, apabila hal serupa terulang, maka akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah daerah.

“Kejadian serupa sempat terjadi di Pantai Timur Lampung, yakni pada tahun 2020, ada tumpahan minyak yang mencemari perairan di sana,” kata Irfan, Selasa (14/9).

Dari informasi terkini yang dihimpun oleh Walhi Lampung, pencemaran yang terjadi di pesisir Teluk Lampung justru lebih parah dibanding yang terjadi pada tahun lalu.

“Kali ini terjadi di pesisir Teluk Lampung hingga Teluk Semaka yang garis pantainya sangat panjang. Ini harus ditangani serius,” kata Irfan.

Untuk itu, Irfan berharap pemerintah dan aparat kepolisian bisa lebih serius mengungkap penyebab pencemaran itu, karena diduga ada tindak pidana pencemaran lingkungan.

“Apakah dari aktivitas bongkar muat kapal minyak ataukah pencucian lambung kapal tanker yang dilakukan di perairan Lampung,” kata Irfan.

Menurutnya, pencemaran yang terjadi kali ini adalah kejadian luar biasa, lantaran masif terjadi di perairan yang sangat luas.

“Ini terjadi di garis pantai yang sangat panjang. Secara peraturan sebenarnya sudah melanggar Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup,” kata Irfan.

Diketahui sebelumnya, tumpahan minyak berwarna hitam pekat memenuhi bibir pantai di sepanjang perairan Teluk Lampung. Diduga, cairan hitam pekat itu aspal curah.

Di lokasi pesisir, hampir sepanjang 1 kilometer garis pantai dipenuhi tumpahan minyak yang tergolong sebagai limbah B3. Belum diketahui secara pasti dari mana asal limbah minyak tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *