Bandarlampung – DPRD Provinsi Lampung mendorong Pemprov untuk memaksimalkan potensi dua Kilang Minyak yang ada di lepas pantai Lampung Timur (Lamtim). Pasalnya, jika itu dimaksimalkan bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Hal itu ditekankan Ketua Komisi IV DPRD Lampung Ismet Roni usai menggelar rapat dengar pendapat dengan Bapeda Lampung di ruang Komisi IV, Senin (22/11).
Sekretaris DPD I Partai Golkar Lampung itu mengungkapkan, di Lampung ada dua Kilang Minyak yang berada di lepas pantai Lampung Timur yang letaknya perbatasan antara Lampung dan DKI Jakarta.
“Terkait dengan Kilang Minyak kita yang selama ini masih kita perdebatkan dengan pemerintah DKI Jakarta, ini potensi rupiah untuk Lampung,” ungkap Ismet Roni.
Karena lokasinya berada di perbatasan wilayah Provinsi Lampung dan DKI Jakarta, Menurutnya itu masih dalam tahap pembicaraan.
“Terkait sumur bor itu masih dalam tahap pembicaraan dengan pemerintah DKI Jakarta. Semoga ini segera ada progresnya, karena ini ada potensi PAD
untuk Provinsi Lampung,” tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tengah membuka komunikasi dengan Kementerian ESDM dan PT Pertamina, terkait potensi dua kilang minyak yang ada di lepas pantai Lampung Timur (Lamtim).
Pembahasan ini akan dilakukan setelah sebelumnya Arinal telah menyepakati dengan Pemprov DKI Jakarta terkait batas wilayah Lampung yang dahulunya diklaim sebagai rangkaian wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Arinal mengatakan, potensi minyak yang terkandung di dua lokasi itu cukup banyak. Namun, Arinal tidak mau membicarakan lebih detail terkait dua lokasi tersebut.
“Lokasinya masih rahasia negara belum bisa disebutkan saat ini,” ungkap Arinal usai menghadiri Rapat Paripurna dengan DPRD Lampung, Jumat (25/6). (*/Cah)






