Yayasan Anugerah Santa Asasta Lakukan Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Jakarta , Yayasan Anugerah Santa Asasta kembali menyalurkan bantuan melalui program bedah rumah kepada seorang warga bernama Bapak Sabari di Desa Majapahit, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Selasa (2/12).

Kegiatan bedah rumah ini dikerjakan secara gotong royong oleh warga sekitar, yang merupakan salah satu misi kemanusiaan dari Yayasan Anugerah Santa Asasta untuk mengajak setiap orang yang tergerak agar ikut terlibat menabur kebaikan kepada sesama.

Sabari (64), penerima bantuan bedah rumah saat ditemui dikediamannya, Sabtu (4/12) mengaku bersyukur mendapatkan bantuan ini. Ia yang sehari – harinya bekerja sebagai petani dan serabutan ini juga berterima kasih kepada Yayasan yang telah mengubah rumahnya menjadi layak untuk dihuni.

“ Alhamdulilah saya sangat bersyukur dan senang. Terima kasih sekali kepada Ibu Itet, karena yang tadinya rumah saya tidak layak huni menjadi layak huni. Semoga Allah memberikan kesehatan selalu kepada Ibu Itet” ungkap Sabari.

Itet Tridjajati Sumarijanto selaku pendiri Yayasan Anugerah Santa Asasta sangat bersyukur, program bedah rumah berjalan lancar dan mendapat atensi dari banyak pihak terutama warga sekitar yang bersedia gotong royong selama proses pembangunan.

“ Saya ucapkan terima kasih kepada mereka yang telah memberikan “kasih”nya kepada Bapak Sabari sehingga rumah yang tadinya tidak layak huni (Rutilahu) menjadi layak huni (Rulahu). Terima kasih juga saya sampaikan kepada Ibu Ellya Lusiana Loekman, selaku Ketua Forum Komunikasi Wanita Tani Lampung Tengah yang telah merekomendasikan berdirinya rumah layak huni untuk Pak Sabari ini,” terang Itet

Anggota Komisi I DPR RI yang kerap disapa Bunda ini juga berharap, agar semangat gotong royong dapat terus berlanjut.
“ Semoga semangat gotong royong terus berlanjut sebagai salah satu cara dalam membumikan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Bunda berharap agar Rulahu tetap terjaga kebersihan rumah dan lingkungannya,” harap Itet.

Menurutnya, program bedah rumah ini selain diberikan untuk mewujudkan impian masyarakat yang rumahnya tergolong rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni, namun sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

“ Kalau masih tersisa halaman maka bisa ditanami tanaman untuk dapur. Sehingga menjadi salah satu contoh mandiri dalam ekonomi dengan menanam tanaman dapur (jahe, cabe, sayuran dll). Dengan demikian tidak perlu belanja dipasar, bahkan hasilnya bisa dijual dipasar,” jelas Itet(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *