Apriliati Ajak Generasi Muda Tangkal Radikalisme dengan Pancasila

Bandarlampung – Anggota DPRD provinsi Lampung, Aprilliati S.H.,M.H mengajak para generasi muda menangkal paham Terorisme dan Radikalisme dengan menanamkan ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian disampaikan Apriliati saat menggelar sosialisasi pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan di Sukajadi, Kelurahan sukadanaham, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Sabtu (11/12).

Acara yang dihadiri oleh muli makhanai, pemuda-pemudi risma, beserta masyarakat sekitar Sukajadi, Sukadana Ham, Bandarlampung. Menerapkan protokol kesehatan, pengecekan suhu tubuh. Dengan narasumber ustadz Suparman Abdulkarim dan Akademisi Dr. Zulkarnain.

“Kalau sejak dini kita berikan pemahaman tentang ideologi pancasila kepada pemuda-pemudi, hal itu dapat membantu mereka untuk memperkuat rasa patriotisme kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” terang Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi Lampung ini.

Anggota Komisi V DPRD provinsi Lampung juga menambahkan, ideologi pancasila menjadi kesatuan yang penting dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Pancasila yang merupakan lima perasaan bangsa Indonesia, tertuang dari sila pertama Ketuhanan yang maha esa sampai pada sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, penting untuk dapat di pahami kepada generasi penerus muda bangsa,” tegasnya.

Dengan berpegang kepada ideologi pancasila, pemahaman yang diberikan untuk dapat menjaga keutuhan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Selagi bangsa Indonesia memiliki ideologi, tidak akan meruntuhkan rasa kesatuan dan persatuan dari itu kita tanamkan rasa patriotisme sejak dini,” tutupnya.

Ditempat yang sama, DR Zulkarnain dari Fakultas Hukum Unila menyampaikan bahwa Pancasila adalah perasaan bangsa indonesia yang terdiri dari Tuhan, Manusia, satu Rakyat dan Adil.

“Yang kesemuanya ini sesungguhnya sudah ada sebelum negara kita berdiri. Gotong royong Masih kita temui di desa desa itu salah satu perwujudan nilai nilai Pancasila,” jelasnya.

Sementara itu, Ustadz Suparman Abdul Karim mengajak para peserta yang hadir untuk tidak membenturkan agama dengan pancasila. (Cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *