Bandarlampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung yang juga Ketua Badan Perwakilan Anggota Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (BPA AJBB) 1912 Nurhasanah mengaku bersyukur atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memutuskan dirinya bebas murni.
“Yang pertama bersyukur sama Allah SWT yang sudah mendengar doa doanya,” ujar wanita yang akrab disapa Wo Nurhasanah ini, Senin (24/1).
Politisi PDI Perjuangan ini juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya para keluarganya yang telah memberi support dan mendoakan agar semua masalah ini bisa selesai dengan baik.
“Kemudian kepada sahabat-sabahat dan teman-teman semua serta rekan-rekan Bumiputera yang ikut mendoakan juga. Teman-teman Advokat semua yang sudah memberikan support moril. Teman teman KPPI , teman teman The Roses Komunitas seni, teman teman DPRD Lampung, segenap Pengurus TP Sriwijaya dan Srikandi Sriwijaya dan teman teman Kader PDI Perjuangan dan semua pihak yang sudah membantu doa dan memberikan dukungan moril untuk tetap kuat dan sabar,” bebernya.
“Terkhusus buat Bang Zul dan Mbak Wiwik, Andri, Bela , Tiur terima kasih sebagai Lawyer yang sudah membantu dan bekerja keras untuk melakukan Pembelaan di Persidangan. Dan selalu Setia mendampingi,” imbuhnya.
Pasca putusan ini, dirinya berencana dan berharap kedepan OJK dapat menyetujui Program Kerja Bumiputera dan mengutamakan kepentingan jutaan nasabah yang sedang menunggu hak-haknya untuk bisa dibayarkan. “Termasuk saya dan keluarga besar sebagai Nasabah,” kata Sekjen KPPI ini.
Karena, kata Nurhasanah, pemilik perusahaan Bumiputera adalah Nasabah. “Kita semua sebagai Pemilik Perusahaan berharap Pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo juga peduli terhadap Bumiputera.
Karena ada jutaan rakyat yang sangat membutuhkan bantuan Pak Residen,” ungkapnya.
Dirinya juga berharap, aset-aset Bumiputera yang masih puluhan triliyun itu dapat dioptimalisasikan agar dapat membayar klaim-klaim yang belum terbayarkan.
Menurutnya, selama ini dengan adanya Kebijakan OJK melarang Optimalisasi Aset dan tidak menyetujui program penyehatan perusahaan maka Perusahaan semakin terpuruk. “Semoga kedepan semua pihak dapat membantu mempertahankan AJB BP 1912 yang merupakan sejarah perekonomian dan aset bangsa ini tetap dipertahankan,” pungkasnya. (Cah)






