Erick Thohir Dorong Milenial Jadi Talenta Produktif

Bandarlampung – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong masyarakat khususnya para milenial untuk menjadi talenta yang produktif. Hal itu guna mewujudkan mimpi Indonesia menjadi generasi emas di tahun 2045.

Erick mengatakan, masyarakat Indonesia saat ini harus bisa mengikuti disrupsi perkembangan dunia dan membaca perkembangan zaman. “Kalau hanya mimpi tanpa kerja keras sama aja bohong. Mimpi harus kita kerjakan sungguh-sungguh dengan kapabilitas kita,” kata Erick saat mengisi seminar ‘Peran Pemerintah dan Masyarakat Dalam Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045’ Aula Rektorat IIB Darmajaya, Sabtu (30/1).

Secara Ekonomi, kata Erick, Indonesia mempunyai potensi banyak potensi dan rangking empat dunia. “Lalu market Indonesia yang besar, jika tidak dipakai untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat kita, maka akan dimanfaatkan oleh bangsa lain,” ujarnya.

Maka dari itu, masih kata dia, pemerintah punya keberpihakan untuk merdeka dan mandiri secara Sumber Daya Alam (SDA) dan ekonomi. “Sudah lama SDA kita ini dibagi oleh negara lain,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini sekarang sudah memasuki era knowledge based economy, yang artinya pertumbuhan ekonomi tidak hanya mengandalkan sumber daya alam tapi manusianya.

“Contoh traditional farming and forestry, kalau kita punya usaha agrikultur tapi tidak menggunakan teknologi pertanian sekarang kita akan tertinggal. Kalau kita tidak mengikuti teknologi pertanian kita akan kalah dengan Rwanda nantinya,” tuturnya.

Menururnya lagi, sudah waktunya Indonesia mempunyai ekosistem dan punya road map sendiri. Bukan ekosistem China, atau pun Amerika. “Tentu dengan segala kerendahan hati kami memastikan Indonesia maju, Indonesia yang makmur, dan Indonesia yang mendunia. Kita harus punya road map dan ekosistem sendiri, bukan punya orang lain,” katanya.

Disampaikannya, pada saat ini dunia tengah berhadapan dengan tiga disrupsi terberat yang dihadapi manusia. Yakni, disrupsi digital, disrupsi pasar global, dan disrupsi kesehatan.

“Dan dengan adanya tiga disrupsi ini ekosistem yang dibentuk oleh BUMN adalah kapal induk besar yang harus dirajut dengan melek teknologi. Karena 2034 Indonesia membutuhkan 17 juta tenaga kerja yang melek teknologi, ” katanya.

Karena itu, dirinya mengajak masyarakat memperbaiki ekosistem Indonesia dengan tidak bergantung pada impor, mencoba untuk mandiri. “Maka dari itu talenta muda juga harus ikut andil dalam pembangunan Indonesia,” ajaknya.

Lebih lanjut, keberpihakan BUMN yakni memberikan talenta muda dan talenta perempuan, dan tujuan BUMN 2022 5% sudah diisi oleh talenta muda di bawah 42 tahun.

Terakhir ia juga menyampaikan BUMN membuka juga program magang mahasiswa, bekerja sama dengan banyak universitas. Kata Erick saat ini sudah ada 3200 magang di BUMN.

“Tujuannya apa mendorong kapabilitas mengenal dunia kerja, mendapat sertifikasi magang BUMN, dan berkesempatan berkarir di BUMN,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor IIB Darmajaya M Firmansyah mengatakan sivitas akademika sangat bangga dan menjadi suatu kehormatan bagi Darmajaya telah didatangi oleh Menteri Erick.

Tak hanya itu, M Firmansyah berharap alumni Darmajaya bisa berpikir menjadi pengusaha bukan menjadi pegawai negeri.

Kita akan menjadi sampel university dan dengan kerja keras ini diharapkan akan bisa menjadi generasi emas. Harapannya bisa mewarnai dikancah internasional,” kata Firmansyah.

Firmansyah berharap kedepannya Darmajaya bisa terus berkolaborasi dalam mewujudkan cita-cita bersama menuju Indonesia emas. (Cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *