STRES GULA DARAH TAK KUNJUNG SEMBUH, WARGA PEKON BULUREJO NEKAT GATUNG DIRI

PRINGSEWU – Lantaran stres akibat penyakit gula darahnya tak kunjung sembuh, SH (60) warga Dusun Bulumanis Pekon Bulurejo Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara  gantung diri didalam kandang ayam dibelakang rumahnya Sabtu sore (10/9) sekira pukul 16.30 Wib.

Menurut Kapolsek Gadingrejo Iptu Anwar Mayer Siregar mewakili Kapolres Pringsewu AKBP. Rio Cahyowidi mengatakan, pasca menerima laporan kejadian tersebut dari salah seorang menantu korban, pihaknya langsung menerjunkan anggota ke TKP untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.”Pada saat polisi datang, korban belum dievakuasi oleh warga. Dan korban diketahui gantung diri dengan menggunakan tali panjang yang diikatkan di atap kandang ayam dan itu diyakini berdasarkan dari hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas wates,” katanya, Minggu (11/9).

Anwar menjelaskan, korban nekat gantung diri didasari akibat menderita sakit gula darah menahun yang tak kunjung sembuh, sehingga membuat depresi korban mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya. Meski sudah sering berobat, tapi penyakitnya itu kerap kambuh dan tak kunjung sembuh.”Atas kejadian itu, pihak keluarga mengaku telah menerima dan mengiklaskan serta menolak untuk dilakukan proses outopsi. Dan jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ungkapnya.

Terpisah menurut pengakuan menantu korban, Dwi Setiyowati mengatakan, terkahir kali melihat korban pada pukul 10 pagi. Dan sebelum peristiwa terjadi korban masih beraktivitas seperti biasa dan tidak memperlihatkan perilaku yang mencurigakan.”Setelah lewat pukul 10 korban dicari kesana-sini juga tidak ada yang tau, sampai dengan pukul 3 sore korban tidak juga pulang, maka saya memberitahukan kepada suaminya dan kemudian melakukan pencarian dengan dibantu saudara dan tetangga,” katanya.

Setelah beberapa jam dicari lanjut Dwi, akhirnya pada pukul setengah lima sore korban berhasil ditemukan oleh Saksi Mbah Bero di dalam kandang ayam dibelakang rumah dalam posisi gantung diri.”Iya pertama kali menemukan ibu saya itu Mbah Bero, karena takut kenapa-napa dan hal yang tidak dinginkan, kami langsung melapor ke pihak Polisi,” jelasnya. (top)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *