///Muswil V PAN Lampung Digelar Secara Virtual///
BANDARLAMPUNG – Musyawarah wilayah (Muswil) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Lampung yang dijadwalkan Selasa (21/7) bukan saja dibanjiri calon ketua tapi juga diwarnai turun gunungnya sejumlah tokoh Lampung. Mewacana juga Muswil tanpa ada pemilihan meski ada 17 bakal calon ketua yang memenuhi persyaratan hasil penjaringan panitia.
Menurut ketua panitia Muswil PAN Lampung Enita Agustri Niarsih, sebenarnya total ada 19 bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran. “Tapi sampai penutupan pengembalian berkas dua orang tidak mengembalikan sehingga hanya 17 orang yang bisa berproses ke tahap berikutnya,” kata Enita.
Ditambahkan, hebatnya dari 17 bakal calon formatur tersebut selain berderet tokoh muda potensial juga diwarnai adanya sejumlah tokoh senior Lampung yang turun gunung. Disebutkan adik ipar Walikota Bandarlampung Herman HN ini, tokoh senior itu diantaranya adalah mantan Sekdaprov Lampung Irham Djafar Lam Putra, mantan Wakil Walikota Bandarlampung Thabroni Harun dan mantan Kandepag Lampung Selatan (Lamsel) Sukandi.
Sementara, tambah Enita, deretan tokoh muda yang juga sudah banyak kiprahnya diantaranya deklarator PAN Lampung yang kini Sekretaris Fraksi PAN DPRD Lampung, Suprapto, Sekretaris DPW yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Lampung Iswan H. Caya dan Ketua DPD PAN Lampung Selatan (Lamsel) yang juga wakil ketua Fraksi PAN DPRD Lampung, Ahmat Fitoni. Juga mantan Ketua DPD PAN Lampung Tengah (Lamteng) Sura Jaya, Ketua BM PAN Lampung Joko Santosa yang keduanya kini anggota DPRD Lampung. Lalu ada Wakil Ketua DPRD Pesawaran yang juga Ketua PAN setempat Paisaludin dan Wakil Ketua DPRD Tanggamus yang juga ketua PAN Tanggamus, Tedi Kurniawan.
Ditambahkan, merujuk AD/ART PAN bahwa Ketua PAN Lampung dipilih oleh formatur yang anggotanya lima orang. Yakni empat formatur dipilih oleh peserta Muswil dan satu lainnya utusan DPP PAN. “Jadi misalnya 17 bakal calon formatur ini direkomendasi semua oleh DPP maka peserta Muswil memilih empat orang dari 17 calon formatur, dan empat peraih suara terbanyak itulah yang jadi formatur,” terang Enita.
Setelah terpilih empat formatur, katanya maka ditambah satu utusan DPP mereka akan musyawarah menetapkan siapa-siapa yang dinilai paling tepat mengemban jabatan di struktur kepengurusan DPW PAN Lampung. “Jadi tidak serta merta dari empat orang formatur lalu peraih suara terbanyak ketua, peraih suara terbanyak kedua sekretaris dan seterusnya. Mereka musyawarah untuk menentukan siapa ketua, sekretaris, bendahara dan seterusnya,” urai Enita.
Namun tambah Enita, DPP juga punya kewenangan menyaring bakal calon formatur. “Misalnya kita mengajukan 17 karena persaratannya terpenuhi, tapi bisa saja DPP hanya merekomendasi 4 jadi mereka bisa langsung rapat formatur tanpa dipilih peserta,” tandasnya.
Sekretaris panitia, Umroni menambahkan bahwa hingga penutupan pengembalian berkas kemarin, tercatat 17 bakal calon formatur yang langsung juga calon ketua yang mengembalikan berkas dan lengkap. Sementara dual kandidat lainnya tidak mengembalikan berkas dengan begitu dianggap mundur. Kedua yang mudur itu adalah mantan wakil ketua DPRD Bandarlampung Hamrin Sugandi dan anggota Fraksi PAN DPRD Lampung , Yusirwan SE, MH.
Mereka adalah Drs. H. Sukandi, M.Pd. (Mantan Kepala Kantor Kemenag Lamsel), Ir.H.Irham Jafar Lan Putra, M.H. (mantan Sekdaprov Lampung). Kemudian Joko Santoso, S.P., M.H.; H. Ahmad Fitoni; H. Abdullah Sura Jaya, S.H.; Ahmad Iswan H Caya dan Hi Suprapto, SP.SI, M.H. (anggota DPRD Lampung F-PAN).
Lalu, Tedi Kurniawan, S.E. (Wakil Ketua DPRD Tanggamus/Ketua DPD PAN Tanggamus), Paisaludin, S.H. (Wakil Ketua DPRD Pesawaran/Ketua DPD PAN Pesawaran), Ahmad Naufal A. Caya dan Ananto Pratomo, S.H. (Wakil Sekretaris DPW PAN Lampung), dan Hj. Nyimas Gamesya Putri Agus, S.E, M.M. Lalu Hi. Tabroni Harun, ST, Taufik Hidayat, S.Pd., Asyari Ilyas, SE, Ahmad Tahir Nasution, ST dan Hj. Enita Agustri Niarsih.
Sumber Koran Editor di DPP PAN membocorkan bahwa Muswil PAN Lampung diupayakan terlaksana tanpa meninggalkan rasa kecewa bahkan luka hati sesama kader. Karena itu DPP sedang mencari formula tetap sesuai dengan AD/ART Partai namun mengutamakan musyawarah. “Bisa saja semuanya diselesaikan dengan musyawarah kesepakatan. Tidak ada pemilihan-pemilihan, yang ada musyawarah untuk yang terbaik,” katanya.
Diterangkan, upaya mengutamakan musyawarah untuk mendapatkan kesepakatan dimaksudkan agar energi kader partai tak terkuras hanya untuk urusan suksesi di Muswil. “Malah sebaliknya kita ingin Muswil sebagai media konsolidasi energi dari berbagai lapisan kader sehingga bisa lebih maksimal pengabdiannya di masyarakat,” katanya seraya menyebutkan contoh di DKI Jakarta telah sukses Muswil dengan musyawarah kesepakatan.
Terpisah, Ketua DPW PAN Lampung Irfan Nuranda Djafar yang tadi malam dalam perjalanan pulang dari Jakarta membenarkan sudah fix Muswil digelar Selasa 21 Juli mendatang. “DPP sudah mengijinkan Muswil waktunya dilaksanakan sesuai usulan DPW. Karena masih masa pandemic Muswil virtual,” terang Irfan. (cah)






