Djohan Inginkan Metropolitan

Metro – Wakil Walikota Metro Djohan berkomitmen jika terpilih menjadi walikota pada pilkada serentak mendatang ingin menjadikan wilayahnya menjadi kota metropolitan.

Hal itu disampaikan Djohan saat menerima kunjungan tim redaksi Surat Kabar Harian (SKH) Koran Editor Lampung di ruang kerjanya, kemarin.

Untuk menuju kesana, kata dia, langkah awal yang harus dilakukan adalah membenahi infrastruktur. Terutama jalan yang ada di Kota Metro.

Menurut Djohan, infrastruktur jalan merupakan hal yang penting. Karena sebagai akses kegiatan bagi masyarakat. Hal ini sesuai dengan keinginan masyarakat Kota Metro.“Jadi selama saya menjadi wakil ini, saya mendapati banyak keluhan dari masyarakat soal jalan yang rusak dan berlubang. Makanya ini menjadi PR bagi saya ke depan jika nanti diamanahkan untuk menjadi walikota nantinya,” ujarnya.

Sebagai kotamadya, politisi Partai Demokrat berharap jalan – jalan yang ada di Kota Metro itu bagus. Jadi, masih kata dia, ketika orang yang bepergian kemudian melewati Metro mempunyai kesan tersendiri.

“Misal ada orang dari daerah lain naik mobil, dia dalam perjalanan tidak bisa tidur karena jalannya jelek. Tapi pas udah nyampe Metro jadi bisa tidur, karena jalannya bagus. Orang pasti akan langsung mengingat, kalau Metro ini jalannya bagus-bagus,” kata dia.

Selain itu, mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini juga ingin memperbanyak lampu penerangan jalan. Karena, kata dia, itu sebagai penunjang dari jalan yang sudah baik.

“Ya kalau kita mau dibilang sebagai kota, maka jalan – jalan di Kota Metro ini harus ada lampu penerangan jalannya. Masak kota kok jalannya gelap,” kata dia.

Lebih lanjut, dirinya juga berkomitmen akan membangun sistem birokrasi yang transparan. “Artinya, kita antara pimpinan dengan bawahan. Atau antara walikota dengan para satker harus saling terbuka. Dan dengan masyarakat juga. Terbuka terkait apa saja yang telah dan yang akan dilakukan oleh pemerintahan ini” jelasnya.

Terkait perkembangan media yang sangat pesat, Djohan sangat mengapresiasinya. Menurutnya, hal itu menunjukkan kebebasan pers sebenernya.

“Namun, meski ada kebebasan pers, media harus tetap berimbang dalam menyampaikan informasi ke masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Pemimpin Perusahaan SKH Koran Editor, Samsul Hadi mengucapkan terima kasih waktu yang diluangkan Wakil Walikota Metro untuk berdiskusi.

Dirinya berharap, dari diskusi itu ada jalinan komunikasi yang baik antara SKH Koran Editor dengan Pemkot Metro. “Kita berharap apa yang sudah terkjalin selama ini, ke depannya tetap terjali dengan bagus,” tukasnya. (bam/cah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *