Kantongi Rekom PDI Perjuangan, Pieter Bidik Rekom Demokrat

Bandarlampung – Bakal calon bupati Pesisir Barat, Pieter tampaknya tengah mengincar dukungan partai politik untuk memperkuat koalisinya melawan petahana.

Setidaknya, ada tiga partai yang tengah didekatinya guna bergabung koalisi bersama PDI Perjuangan yang sudah resmi mengusungnya maju bersama Fahrurrazi. Ketiaga partai itu adalah Perindo, PBB, dan Demokrat.

“Kita PDIP di Pesibar kursi penuh dan bisa mengusung calon sendiri. Tapi kita tetap jalin komunikasi dengan partai lain untuk bisa gabung. Dan saat ini komunikasi dengan partai lain cukup baik dan intens adalah dengan Perindo, dan PBB. Sedangkan dengan Demokrat kita sedang bermusyawarah,” ujarnya usai menerima rekomendasi PDIP di Kantor DPD PDIP, akhir pekan kemarin.

Ketua DPC PDIP Pesisir Barat ini juga mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan partainya untuk maju di Pilkada Pesibar.

“Ini adalah rekomendasi pertama yang kita terima. Yakni rekomendasi dari PDIP. Dan kita akan jaga amanah ini. Dan siap untuk memenangkan pilkada pesibar,” pungkasnya.

Diketahui, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi merekomendasikan pasangan calon kepala daerah di Lampung Tengah dan Pesisir Barat, yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Untuk rekomendasi di Pesisir Barat, PDIP merekomendasikan Pieter dan Fahrurrazi. Untuk di Lampung Tengah, PDIP merekomendasikan pasangan Loekman Djoyosoemarto dan Ilyas Hayani Muda.

Pengumuman rekomendasi ini, diumumkan secara virtual oleh DPP PDIP. Sedangkan untuk penyerahan rekomendasi di calon kepala daerah Lampung Tengah dan, diserahkan di Kantor DPD PDIP Provinsi Lampung. Rekomendasi kedua calon ini, tertuang dalam nomor 1653/IN/DPP/VII/2020.

Sekretaris DPD PDIP Provinsi Lampung Mingrum Gumay mengatakan, pengumuman rekomendasi dari DPP PDIP gelombang kedua ini serempak diumumkan di 45 kabupaten/kota. Dalam merekomendasikan seorang pasangan calon, DPP PDIP ada beberapa parameter sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan.

“Termasuk juga terdapat variabel-variabel, dengan melihat peta politik di daerah. Kami melihat tiap kabupaten/kota punya keunikan sendiri. Lalu ketokohan pasangan calon dan faktor lainnya yang berbasis data base,” kata Mingrum.

Selain itu dalam menentukan bakal calon, DPP PDIP akan mengutus kader terbaiknya dan meminta seluruh jajaran untuk bergerak bersama. Kemudian soal peta politik di suatu daerah yang berubah-ubah, PDIP tidak bisa berandai-andai dalam hal ini. “Perubahan peta politik, kami tidak bisa berandai-andai. Sebab ini pedomannya ada di DPP PDIP. Tapi kami harus mengikuti semua perkembangan dan melihat situasi kondisi daerah,” jelasnya. (cah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *