Bawaslu Ancam Diskualifikasi Paslon

Bandarlampung – Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung Candrawansah bertekad ingin membuat sejarah baru dalam pilkada serentak 2020 dengan membatalkan calon kepala daerah.

Untuk itu, dirinya meminta masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), memberikan bukti-bukti yang otentik terkait pelanggaran netralitas ASN yang bersifat masif.

“Kita ingin membuat sejarah juga bahwa Kota Bandarlampung bisa membatalkan calon kalau ada unsur yang bisa membatalkan calon, kami batalkan. Berikan pada kami bukti-bukti otentik sehingga kami bisa membatalkan calon,” ujar Chandra di sela-sela rakor dengan pemantau pilkada di Hotel Golden Tulip, kemarin.

Dikatakannya, masyarakat yang ingin melaporkan pelanggaran administrasi yang bisa membuktikan bahwa memang yang bersangkutan terlibat dalam sebuah proses yang tidak benar. “Maka kami berani untuk membatalkan calon atau memidanakan ASN yang tidak netral,” tegasnya.

Dia menjelaskan Bawaslu Bandarlampung, saat ini, tengah memproses dugaan pelanggaran netralitas ASN baik hasil temuan maupun laporan masyarakat.

Seperti pembagian handuk yang melibatkan Kepala SMPN 16 Purwadi, Lurah Kemiling Permai Wanjaya yang berfoto di posko pemenangan, serta Kepala Bappeda yang diduga menshare postingan pasangan calon tertentu di grup WhatsApp.

Chandra memaparkan kerja-kerja lembaganya terkait pengawasan. “Tidak ada laporan yang tidak kami proses. Kalau ada yang bicara misalnya kami tidak maksimal karena anggaran belum 100 persen turun, maka silakan cek. Tiap laporan dan pelanggaran, kami tindak lanjuti,” tegas Ketua Bawaslu Bandarlampung itu.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Dedy Triadi memberi penekanan khusus penggunaan aplikasi daring untuk kerja-kerja penyelenggaraan pilkada. “Kami tidak melakukan quick-count, tapi real count. Dengan dukungan server yang dimiliki KPU, hasil pemilihan bisa dapat diperoleh sekitar jam empat sore di hari pencoblosan,” janji Dedy.

Acara dibuka dengan pemaparan Sekretaris Mappilu Amiruddin Sormin dan diisi interaksi peserta dengan Ketua KPU dan Bawaslu.

“Ketua KPU kita mantan wartawan. Ketua Bawaslu saya kenal sebagai aktivis. Tentu kawan-kawan wartawan bisa membuka komunikasi yang terbuka dengan mereka,” anjur Amir sembari menyebut supaya wartawan bisa memperoleh nomer kontak ketua-ketua lembaga penyelenggara pilkada Bandarlampung itu.

Acara ini merupakan acara Ngopi –ngobrol pilkada– yang digelar Mappilu-PWI. Sebelumnya, Ngopi Mappilu digelar di Balai Wartawan dengan fasilitasi Ketua KPU, kali ini digelar di hotel dengan fasilitasi Bawaslu.

Agenda Mappilu berikutnya tentu akan menjalin komunikasi dengan paslon. “Paslon butuh berinteraksi dengan media. Apalagi pada pilkada masa pandemi seperti sekarang. Mappilu siap memfasilitasinya,” ungkap Ketua Mappilu Adolf Ayatullah Indrajaya. (cah)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *