Rycko Tempel Eva, Youtuber Tercecer

Bandarlampung- Pendekatan calon kada lewat sosialisasi membuka babak baru. No urut 1 yang awalnya hampir tidak ikut pilwakot kini menyusul no urut 3 yang gadang-gadang bakal menang pilwakot.

Popularitas dan ektabilitas calon wali kota dan wakil wali kota Bandarlampung Rycko Menoza SZP -Johan Sulaiman (Rycko-Jos) melesat  mengejar pasangan Eva Dwiana-Deddy Amarullah.

Hal ini berdasarkan hasil survei popularitas (keterkenalan) dan elektabilitas (keterpilihan) yang dilakukan Lampung Independen Survei (LIS) terhadap sejumlah kandidat calon kepala daerah  di Lampung, pada Selasa (20/10).

Popularitas paslon nomor urut 1 Rycko-Jos melesat di angka 31,67 hanya dalam waktu beberapa bulan, sedangkan popularitas Eva-Deddy 32,68, atau hanya selisih 1,1 persen.

Elektabilitas Rycko-Jos mencapai 31,75 persen, sedangkan Eva-Deddy 33,07  persen atau terpaut 1,32 persen.

Sementara itu, paslon nomor urut 2 M. Yusuf Kohar-Tulus Purnomo berada diposisi terakhir dengan angka popularitas 27,46 persen dan elektabilitas 26,99 persen.

Direktur Eksekutif LIS, Erwin Syahrir mengatakan, pihaknya melakukan survei secara independen dengan sampel 1.282 orang dengan metode tatap muka langsung dengan pengisian pertanyaan secara terbuka.

“Masih ada 8,19 persen responden yang masih belum menentukan pilihan,” kata dia

Erwin mengatakan, survei yang dilakukannya memiliki margin of error sebesar 2 persen dengan tingkat kepercayaan 98 persen.

“Artinya akurasi sudah sangat baik, itulah hasil survei kami yang kami serap dari masyarakat, semoga dengan adanya hasil ini bisa menjadi edukasi politik kepada masyarakat,” kata dia.

 

Terpisah, Ricko Menoza menuturkan bahwa hasil survei saat ini menambah energi bagi seluruh tim maupun koalisi partai untuk bekerja lebih extra.

 

Dirinya mengajak seluruh tim pemenangan untuk terus membuka diri dan menerima masukan demi kemajuan Bandarlampung kedepan. Sehingga masyarakat bandarlampung bisa memilih pemimpin yang benar-benar bisa membawa perubahan.

 

“Masyarakat yang bisa menilai calonnya dari berbagai aspek apalagi untuk mengatasi berbagai benang kusut yang terjadi dibandar lampung sekarang. Mulai banjir, bansos tidak tepat sasaran, juga defisit anggaran,”  ujarnya. (cah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *