Bandarlampung – DPDPartai Demokrat Lampung angkat bicara terkait pers conference Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Senin (1/2), yang menyampaikan bahwa ada upaya lingkar Istana dan mantan Kader, serta kader aktif yang hendak mengkudeta Kepemimpinan Partai Demokrat yang sah.
Dibawah kepemimpinan M. Ridho Ficardo, DPD Partai Demokrat Lampung menyatakan seluruh kader Partai Demokrat di Provinsi Lampung solid, loyal, dan patuh kepada Ketua Umum AHY.
“Beliau (Ketum AHY) dan kepengurusannya adalah Ketua dan kepengurusan yang sah hasil Kongres V Partai Demokrat,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Lampung, M. Ridho Ficardo, Selasa (2/2).
Selain itu, pihaknya secara tegas menolak upaya-upaya inkonstitusional dalam bentuk apapun. “Baik dari internal ataupun eksternal partai,” tegasnya.
Lanjutnya, seluruh DPC Partai Demokrat dan DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung telah menyatakan Kesetiaan kepada DPP Partai Demokrat melalui pernyataan Kesetiaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Apabila ada isu – isu yang mengaitkan Kader Provinsi Lampung dalam gerakan Kudeta tersebut dapat dipastikan hal tersebut adalah fitnah dan mengada – ada,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap ada dugaan upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat oleh seseorang dari lingkaran kekuasaan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dan ingin menjadikan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Hal ini disampaikan AHY dalam konferensi pers dengan didampingi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Ketua Dewan Kehormatan (Wanhor) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Nahrawi Ramli, sejumlah pengurus DPP Partai Demokrat secara fisik dan virtual, serta sang istri Anisa Pohan.
“Sehubungan dengan hal itu, saya akan menyampaikan penjelasan tentang gerakan politik, yang bertujuan mengambil alih kekuasaan pimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional itu, sebagai pembelajaran bagi kita, karena hal ini bisa saja terjadi pada partai politik lainnya,” di Taman Politik Wisma Proklamasi DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (1/2). (*)






