Bandarlampung – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung menyoroti penambahan anggaran pada Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Lampung yang dinilai cukup fantastis di tengah pandemi Covid-19.
Berdasarkan data yang disampaikan Jubir Fraksi PDI Perjuangan, Ketut Romeo dalam sidang rapat paripurna pemandangan fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD-P TA 2021, Kamis (12/8), disampaikan terdapat beberapa penambahan anggaran pada Diskominfotik Lampung.
Diantaranya, Penambahan kegiatan pengelolaan informasi dan komunikasi publik dari Rp 7,175 Milyar menjadi Rp 16,031 Milyar, Layanan hubungan media dari anggaran Rp 3,36 Milyar menjadi Rp 11 Milyar, dan Monitoring opini dan aspirasi publik dari Rp 925 Juta menjadi Rp 2,366 Milyar.
Menurut Fraksi PDI Perjuangan, kebijakan pengalokasian anggaran kepada kegiatan itu tidak terkait untuk penanganan Covid-19.
“Disaat target atau Realisasi Pendapatan Daerah yang menurun dalam APBD-P Tahun 2021, dirasa tidak tepat dan juga kurang strategis serta tidak memiliki rasa kepekaan sosial kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I Tahun 2021 yang masih terkontraksi atau minus 2,1% dan ditargetkan akhir tahun pada posisi minus 1,67%.
“Ini perlu diambil langkah-langkah yang tepat, strategis dan berorientasi pada kesejeahteraan masyarakat,” tutur Ketut Romeo.
Disampaikannya, Data dari BPS menunjukan bahwa perekonomian Lampung didominasi oleh 3 Lapangan Usaha Utama, yaitu : Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang mempunyai kontribusi terhadap struktur PDRB Lampung sebesar 29,15%, Industri Pengolahan kontribusinya 19,32%, Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor kontribusinya 11,43%
“Namun sangat disayangkan bahwa ketiga Lapangan Usaha Utama tersebut BELUM menjadi prioritas dan perhatian Gubernur Lampung, dengan dibuktikan bahwa dalam tahun anggaran murni 2021 Dinas
lingkup Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan HANYA mendapat alokasi anggaran 2,40% dari APBD Provinsi Lampung,” paparnya.
“Dan dalam APBD-P 2021 total keempat Dinas Utama sektor pertanian tersebut terkena Refocusing atau dikurangi lagi menjadi hanya 2,37%,” tambahnya.
Lanjutnya, sektor andalan perekonomian Lampung yaitu Pertanian, Perikanan, Peternakan tersebut seharusnya mendapat perhatian serius. “Dengan
mengalokasikan anggaran yang memadai sehingga dapat menciptakan lapangan usaha sekaligus meningkatkan produksi dan pada akhirnya mengalami pertumbuhan ekonomi dengan baik,” jelasnya. (*)






